Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

5 Strategi Bisnis Utsman bin Affan: Milyarder Abad ke-7 yang Filosofinya Masih Relevan Hingga Kini

Mahsun Nidhom • Jumat, 30 Mei 2025 | 23:00 WIB
Ilustrasi sahabat Rasulullah SAW, Ustman Bin Affan.
Ilustrasi sahabat Rasulullah SAW, Ustman Bin Affan.

Trenggaleknjenggelek - Utsman bin Affan bukan hanya dikenal sebagai khalifah ketiga dalam sejarah Islam, tapi juga sebagai pengusaha sukses dan dermawan luar biasa.

Sebagai salah satu sahabat Rasulullah SAW, ia tidak hanya menorehkan jejak dalam dunia dakwah dan kepemimpinan, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Strategi bisnis yang ia jalankan pada abad ke-7 masih sangat relevan dan bahkan digunakan dalam dunia usaha modern saat ini.

Berikut lima prinsip utama strategi bisnis Utsman bin Affan yang bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha masa kini.

Baca Juga: Kisah Amer al-Qaddafi dan Kekuatan Takdir Haji: Pesawat Enggan Terbang Karena Seorang Jamaah Haji

1. Terjun Langsung, Tidak Asal Instruksi

Utsman bin Affan dikenal tidak hanya memberikan arahan dari belakang meja. Ia turun langsung ke lapangan, memahami dinamika pasar, membaca situasi, dan menyelesaikan masalah sendiri.

Sikap ini mencerminkan kepemimpinan sejati, di mana seorang pebisnis tidak hanya menggantungkan pada teori, tetapi hadir langsung dalam praktik nyata.

Di era sekarang, prinsip ini identik dengan gaya manajemen “hands-on” yang diaplikasikan oleh para CEO sukses seperti Elon Musk dan Steve Jobs.

2. Keuntungan Kecil Tetap Dikejar dan Dihargai

Ia tidak menunggu datangnya keuntungan besar untuk bertindak. Utsman bin Affan justru menghargai setiap keuntungan kecil dan mengelolanya dengan serius.

Filosofi ini menunjukkan bahwa konsistensi lebih penting daripada ledakan sesaat.

Prinsip ini sangat cocok diterapkan di era bisnis startup, di mana pertumbuhan bertahap dan berkelanjutan sering kali lebih stabil daripada pertumbuhan instan yang tak terkendali.

3. Keuntungan Bukan untuk Disimpan, Tapi Digerakkan

Alih-alih menimbun keuntungan, Utsman mengalokasikannya untuk memperbesar usahanya.

Ia menggunakan hasil dari satu usaha untuk mendukung dan mengembangkan usaha lainnya.

Filosofinya sederhana namun mendalam uang yang diam adalah uang yang mati. Ini selaras dengan konsep investasi modern dan manajemen aset yang mendorong perputaran modal agar terus tumbuh.

Baca Juga: Prinsip Halal Haram Tanaman Menurut Madzahib: Panduan Lengkap Berdasarkan Perspektif Fikih

4. Kualitas Bukan Pilihan, Tapi Standar Wajib

Dalam bisnisnya, Utsman bin Affan tidak pernah menjual barang rusak atau memanipulasi harga.

Kualitas produk dan kejujuran adalah prinsip yang dijunjung tinggi, sehingga kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

Banyak bisnis modern yang gagal karena melupakan aspek ini. Padahal, trust (kepercayaan konsumen) adalah aset terpenting yang harus dijaga.

5. Bisnis Bukan Sekadar Untung, Tapi Dampak

Utsman memandang bisnis sebagai alat untuk memberi manfaat, bukan sekadar meraup keuntungan. Ia memikirkan efek sosial dari setiap usahanya. Ia tidak hanya menjadi kaya, tetapi juga berdampak bagi masyarakat sekitar.

Inilah yang membuat namanya dihormati hingga kini, karena kaya saja tidak cukup, tapi berguna adalah nilai yang abadi.

Bukan Soal Era, Tapi Soal Cara Berpikir

Utsman bin Affan telah membuktikan satu hal: kualitas kepemimpinan, strategi bisnis, dan keberanian mengambil risiko bukanlah konsep baru. Semuanya sudah diterapkan sejak abad ke-7.

Yang membedakan hanyalah eranya, bukan cara berpikirnya. Prinsip-prinsip bisnis Utsman tidak hanya membangun kekayaan pribadi, tetapi juga memperkuat ekonomi umat.

Dalam dunia bisnis saat ini yang penuh ketidakpastian, kita bisa belajar banyak dari sosok seperti Utsman bin Affan.

Etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial adalah kombinasi yang tidak hanya membawa keuntungan, tetapi juga keberkahan. (sun)

Photo
Photo
Editor : Mahsun Nidhom
#strategi bisnis ustman bin affan #sejarah bisnis Islam #bisnis sahabat nabi