Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

QRIS Tumbuh Pesat di Indonesia: Transaksi Tembus Rp 659,5 Triliun di 2024

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 22 Juni 2025 | 23:24 WIB
Ilustrasi pembayaran dengan Qris.
Ilustrasi pembayaran dengan Qris.

Trenggaleknjenggelek – Sistem pembayaran digital Quick Response Indonesian Standard (QRIS) terus mencatat pertumbuhan signifikan di Indonesia.

Sejak pertama kali diimplementasikan pada Januari 2020, QRIS tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi telah berevolusi sebagai pendorong utama transformasi ekonomi digital nasional.

Menurut data Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), nilai transaksi QRIS melonjak drastis dari hanya Rp8,2 triliun pada 2020 menjadi Rp659,5 triliun per akhir 2024.

Jumlah transaksinya pun ikut meningkat dari 124 juta transaksi menjadi lebih dari 6,2 miliar transaksi dalam kurun waktu yang sama.

Dukungan luas dari pelaku usaha turut mempercepat penetrasi QRIS.

Hingga 2024, jumlah pengguna tercatat mencapai 55 juta orang, meningkat tajam dibandingkan hanya 5,8 juta pengguna pada 2020.

Sementara itu, jumlah merchant atau pedagang mitra QRIS juga tumbuh dari 6 juta menjadi 36 juta dalam periode empat tahun terakhir.

Pertumbuhan ini dipicu oleh kemudahan implementasi sistem QRIS serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transaksi nontunai.

Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan pesat QRIS antara lain:

  1. Kemudahan penggunaan di berbagai lini transaksi;
  2. Adopsi teknologi digital yang makin meluas;
  3. Keandalan sistem pembayaran yang mendukung transaksi cepat, aman, dan efisien.

Bank Indonesia juga mencatat adanya peningkatan kenyamanan bertransaksi lewat fitur-fitur inovatif yang terus diperbarui.

Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memperluas fungsi QRIS:

Pada 2023, diluncurkan QRIS TUNTAS (Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai), memungkinkan transaksi tunai melalui agen tanpa perlu ATM.

Pada 2025 mendatang, akan hadir QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran tanpa perlu memindai kode QR—cukup dengan mendekatkan gawai berfitur NFC ke mesin pembaca.

Sistem QRIS menawarkan beragam kelebihan seperti:

  1. Praktis: satu kode QR bisa digunakan untuk semua pembayaran;
  2. Aman: transaksi terlindungi dengan PIN atau otentikasi khusus;
  3. Efisien: mencegah peredaran uang palsu;
  4. Transparan: semua transaksi terekam digital dan mudah dilacak.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan peran sentral QRIS dalam mendorong ekonomi digital.

"Volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tumbuh pesat didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” ujarnya.

Dengan penetrasi yang terus meningkat dan inovasi yang berkelanjutan, QRIS diyakini akan menjadi fondasi utama sistem pembayaran nasional di masa depan.

Apalagi, QRIS kini juga mulai digunakan lintas negara seperti Thailand dan Malaysia, menandai langkah menuju integrasi sistem pembayaran regional. (kho)

PEDULI LINGKUNGAN: Ketua Formaka Purnamasari bersama Gubernur BEM FP UTM Nuris Solihin dan Ketua Umum UKM Gubatras Sohib berfoto bersama di sela-sela acara kerja bakti, Minggu (22/6).
PEDULI LINGKUNGAN: Ketua Formaka Purnamasari bersama Gubernur BEM FP UTM Nuris Solihin dan Ketua Umum UKM Gubatras Sohib berfoto bersama di sela-sela acara kerja bakti, Minggu (22/6).
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#pembayaran digital #qris #pertumbuhan