Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Cengkeh di Trenggalek Sedikit Menurun Saat Musim Panen, Ini Rinciannya

Dharaka R. Perdana • Jumat, 4 Juli 2025 | 05:37 WIB

Harga jual cengkeh basah maupun kering sedikit menurun akibat panen yang bersamaan di Trenggalek. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Harga jual cengkeh basah maupun kering sedikit menurun akibat panen yang bersamaan di Trenggalek. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEKNJENGGELEK - Musim panen cengkeh di Trenggalek justru dibarengi hal yang kurang menggembirakan.

Alasannya harga jual cengkeh di Trenggalek mengalami sedikit penurunan. Belum lagi hasil panen juga kurang begitu menggembirakan lantaran perubahan cuaca yang tak menentu.

Baca Juga: Trenggalek Jadi Penghasil Cengkeh Terbesar di Jawa Timur

Kepala Desa Tawing, Kecamatan Munjungan Krisnowo, mengungkapkan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh panen yang terjadi serentak di beberapa wilayah di Trenggalek, khususnya Munjungan dan Watulimo.

Namun ironisnya, meski panen terjadi bersamaan, hasilnya justru relatif sedikit. "Cuaca yang tidak menentu beberapa bulan terakhir membuat hasil panen tidak maksimal. Banyak bunga cengkeh yang rontok sebelum sempat dipanen," jelas Krisnowo, Rabu (3/7).

Baca Juga: ‎Longkangan Munjungan Diusulkan Pemkab Trenggalek Jadi Warisan Budaya Takbenda

Menurut dia, saat ini, harga cengkeh basah hanya dihargai Rp 34 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp 35 ribu.

Sementara itu, cengkeh kering dibanderol Rp 114 ribu per kilogram, juga turun dari harga sebelumnya sebesar Rp 117 ribu.

Baca Juga: Bukan Panggul atau Watulimo: Inilah Kecamatan Terluas di Trenggalek, Punya Potensi Luar Biasa

"Harga cengkeh basah maupun kering terus menurun meskipun tidak secara frontal," tambahnya.

Pria ramah ini melanjutkan, selain faktor cuaca, rendahnya permintaan dari industri pengolahan juga memperparah kondisi.

Baca Juga: Pohon Bambu di Watulimo Harus Dirampingkan, Cegah Gangguan Jalan Akibat Vegetasi

Sejumlah pabrik rokok yang biasanya menjadi pembeli utama cengkeh disebut tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar tahun ini.

“Permintaan dari pabrik juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Order mereka sedikit, sehingga stok petani menumpuk dan harga jatuh,” ungkapnya.

Para petani pun berharap ada intervensi atau solusi jangka pendek agar harga tetap stabil, terutama saat musim panen tiba.

Jika tidak, dikhawatirkan minat untuk membudidayakan cengkeh bisa menurun pada tahun-tahun mendatang.

"Saat ini memang hanya bisa menunggu perkembangan kondisi pasar. Yang pasti panen cengkeh tetap lanjut," tandasnya. ****

TINJAU LAPANG: Dr Soekardjo meninjau keramba hasil pemberdayaan mahasiswa Profesi Ners bersama masyarakat di Dusun Krajan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (2/7).
TINJAU LAPANG: Dr Soekardjo meninjau keramba hasil pemberdayaan mahasiswa Profesi Ners bersama masyarakat di Dusun Krajan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (2/7).
Darwin Nunez dan Diogo Jota
Darwin Nunez dan Diogo Jota
Bunga duka banyak dikirim ke Anfiled.
Bunga duka banyak dikirim ke Anfiled.
Editor : Dharaka R. Perdana
#trenggalek #cengkeh #perubahan cuaca