Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mau Penghasilan Tambahan? 10 Ide Bisnis Sampingan Ini Cocok untuk Karyawan

Dharaka R. Perdana • Minggu, 13 Juli 2025 | 05:55 WIB

Seorang karyawan bisa mendapat penghasilan tambahan jika peka. (JCOMP/FREEPIK)
Seorang karyawan bisa mendapat penghasilan tambahan jika peka. (JCOMP/FREEPIK)

TRENGGALEK JENGGELEK — Rutinitas kerja yang padat tidak menutup peluang bagi karyawan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Banyak karyawan kini mulai menjalankan bisnis sampingan sebagai langkah strategis untuk mendapatkan penghasilan tambahan, menyalurkan minat, atau menjajal tantangan baru.

Salah satu model usaha yang paling fleksibel dan realistis untuk mendapat penghasilan tambahan adalah bisnis penjualan produk.

Usaha ini dapat dimulai dari rumah, tidak menuntut modal besar, serta memungkinkan pengelolaan di sela-sela aktivitas utama. Berikut 10 ide bisnis produk yang cocok dijalankan oleh karyawan:

1. Dropshipper atau Reseller Produk Online

Model dropship memungkinkan penjual memasarkan produk tanpa harus menyimpan stok. Dalam sistem reseller, biasanya diperlukan stok awal dalam jumlah kecil.

Kedua model ini memiliki risiko rendah, mudah dijalankan, dan minim biaya logistik. Platform seperti Tokopedia, Shopee, serta media sosial menjadi sarana penjualan utama.

Baca Juga: Tak Asal Cuap-cuap, Berikut 10 Kiat Sukses Jualan di Live TikTok

2. Penjualan Produk Handmade (Kerajinan Tangan)

Hobi membuat kerajinan tangan dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis. Produk seperti aksesori, rajutan, atau dekorasi unik memiliki daya tarik tersendiri karena keunikannya.

Proses produksi bisa dilakukan secara bertahap di waktu luang. Saluran pemasaran efektif mencakup Instagram, WhatsApp, dan platform internasional seperti Etsy.

3. Bisnis Camilan dan Kue Rumahan

Keahlian memasak dapat dimanfaatkan untuk menjual camilan atau kue rumahan dengan sistem pre-order.

Sistem ini meminimalkan risiko kerugian karena produksi dilakukan berdasarkan pesanan.

Waktu produksi dapat dijadwalkan di akhir pekan, dengan fokus pada kualitas rasa dan kemasan yang menarik. Promosi dapat dilakukan melalui lingkungan kerja atau media sosial.

Baca Juga: Kata Siapa Riset dan Pengembangan Butuh Biaya Besar? 7 Tips Berikut Boleh Dicoba

4. Penjualan Tanaman Hias Mini dan Sukulen

Tren urban jungle mendorong permintaan terhadap tanaman hias mini seperti sukulen dan kaktus. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan lahan luas.

Perawatan dapat dilakukan di luar jam kerja. Penjualan bisa dilakukan secara online dengan tambahan edukasi perawatan kepada pelanggan.

Baca Juga: Psikologi Warna Aplikasi: Mengapa Instagram Biru dan TikTok Gelap?

5. Produk Daur Ulang Kreatif

Bahan bekas seperti spanduk, kayu palet, atau kaleng dapat diubah menjadi produk baru yang fungsional dan estetik. Contoh produk mencakup tas, hiasan dinding, atau pot bunga.

Selain menambah penghasilan, bisnis ini juga mendukung gerakan ramah lingkungan. Proses produksi dapat dilakukan secara fleksibel sesuai waktu senggang.

Baca Juga: Meningkatkan Penghasilan dengan TikTok Studio: Alat Monetisasi yang Efektif

6. Penjualan Pakaian Thrift atau Preloved

Pakaian bekas layak pakai semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran terhadap sustainable fashion.

Pakaian dapat dikurasi, dibersihkan, diperbaiki, lalu dijual kembali melalui media sosial atau marketplace. Aktivitas seperti hunting barang dan sesi pemotretan bisa dijadwalkan di akhir pekan.

7. Penjualan Produk Digital

Keahlian di bidang desain grafis, penulisan, atau fotografi dapat dimonetisasi melalui penjualan produk digital seperti e-book, template, preset, planner digital, atau worksheet.

Produk digital cukup dibuat satu kali dan dapat dijual berulang tanpa biaya produksi fisik. Platform seperti Etsy, Gumroad, atau website pribadi mendukung distribusi global.

8. Bisnis Aksesori Custom

Permintaan terhadap produk personalisasi terus meningkat. Aksesori custom seperti case lukis tangan, gelang nama, atau gantungan kunci unik dapat ditawarkan melalui sistem pre-order.

Kreativitas visual dan ketelitian sangat dibutuhkan. Promosi paling efektif dilakukan melalui Instagram dan TikTok dengan menunjukkan proses pembuatan.

9. Penjualan Perlengkapan Hobi

Pengetahuan mendalam terhadap hobi tertentu seperti memancing, merajut, melukis, atau bersepeda dapat menjadi modal utama untuk menjual produk yang spesifik dan jarang ditemukan di pasaran.

Contoh produk meliputi umpan racikan, benang impor, cat air berkualitas, atau aksesori sepeda custom. Segmentasi pasar lebih mudah karena pemahaman sudah terbentuk sejak awal.

10. Produk Kebutuhan Hewan Peliharaan

Pasar pecinta hewan (pet lovers) tergolong loyal. Produk seperti mainan, camilan sehat, bandana lucu, atau tempat tidur dari bahan daur ulang dapat ditawarkan dalam skala kecil.

Keamanan dan kenyamanan hewan harus menjadi prioritas. Komunitas pecinta hewan dan media sosial menjadi titik awal promosi yang efektif. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#penghasilan tambahan #karyawan #penjualan produk