TRENGGALEKJENGGELEK – Musim ikan tangkap yang kini tengah berlangsung di kawasan selatan Trenggalek membawa dampak besar bagi perekonomian lokal.
Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek perputaran uang selama musim ikan ini disebut mencapai angka fantastis, yakni antara Rp 7 hingga Rp 8 miliar per hari.
Baca Juga: Musim Ikan di Prigi Trenggalek, Harga di Tingkat Pedagang Anjlok
Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo, mengungkapkan bahwa musim ikan tangkap menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir selatan Trenggalek. Utamanya mereka yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
“Dalam sehari saja, nilai transaksi ikan yang dilelang bisa mencapai Rp 8 miliar. Itu belum termasuk dampak ekonomi ikutan yang dirasakan masyarakat di luar nelayan,” jelasnya Kamis (24/7/2025).
Baca Juga: Waspada ! Ini 5 Jenis Ikan Laut yang Tidak Layak Dikonsumsi Karena Mengandung Racun
Menurut dia, besarnya perputaran uang sangat dipengaruhi oleh jenis ikan yang didaratkan oleh para nelayan.
Jenis ikan dengan nilai jual tinggi seperti tuna, cakalang, lemadang, hingga tengiri tentu membawa nilai transaksi yang lebih besar dibandingkan jenis ikan ekonomis rendah.
Baca Juga: 7 Ikan Laut dengan Kandungan Protein Tinggi yang Baik untuk Dikonsumsi
“Harga ikan jelas bervariasi. Ketika nelayan banyak membawa hasil tangkapan premium, nilai lelang bisa langsung melonjak drastis,” jelasnya.
Musim ikan tangkap sendiri tidak terjadi setiap hari dalam sebulan. Biasanya, hanya sekitar 20 hari saja dalam satu bulan yang benar-benar masuk masa puncak musim.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi, Ini Manfaat Memelihara Ikan di Rumah
Namun, dalam waktu singkat itu, geliat ekonomi sangat terasa. Ribuan pekerja terlibat, mulai dari buruh bongkar muat, dan lain sebagainya.
“Bisa dibayangkan, dari satu aktivitas pelelangan saja, puluhan kelompok masyarakat terbantu. Ini bukan hanya tentang nelayan, masyarakat sekitar pelabuhan juga mendapat dampak positif,” lanjut Wignyo.
Tak hanya dampak ekonomi secara individual, tingginya aktivitas di PPN Prigi juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Di Desa Tasikmadu misalnya, banyak warga yang menggantungkan mata pencahariannya dari sektor ini. Dengan roda ekonomi yang terus bergerak, taraf hidup warga juga ikut meningkat secara perlahan.
“Perekonomian desa betul-betul terbantu. Ini menjadi salah satu alasan kenapa kami terus mendorong pemerintah untuk mendukung penuh sektor kelautan. Infrastruktur pelabuhan, akses jalan, hingga fasilitas pengolahan hasil laut perlu terus ditingkatkan agar keberlanjutan ekonomi ini tetap terjaga,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana