Trenggaleknjenggelek – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. terpantau turun tipis pada perdagangan Senin (4/8/2025), mengikuti pelemahan harga emas global. Emas Antam 1 gram dibanderol Rp1.946.000, turun Rp2.000 dari perdagangan sebelumnya, sementara harga buyback berada di Rp1.792.000 per gram, melemah Rp1.000.
Pergerakan ini mengakhiri reli singkat yang terjadi pada Sabtu (2/8/2025) lalu, ketika harga emas Antam melesat Rp47.000 menjadi Rp1.948.000 per gram.
Pelemahan harga emas Antam sejalan dengan harga emas dunia di pasar spot yang melemah 0,13% ke US$3.358,29 per troy ons pada pukul 06.19 WIB. Penurunan harga global ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
Penguatan Dolar AS – Indeks dolar AS bergerak menguat di tengah optimisme pasar terhadap ketahanan ekonomi Amerika Serikat. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Kebijakan Suku Bunga The Fed – Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi menambah tekanan bagi logam mulia. Suku bunga tinggi cenderung mengurangi minat investor pada aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Aksi Ambil Untung – Lonjakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian pelaku pasar, menyebabkan harga terkoreksi.
Jika tekanan dari dolar AS dan kebijakan moneter The Fed berlanjut, harga emas dunia berpotensi melanjutkan pelemahan. Namun, faktor geopolitik atau ketidakpastian ekonomi global masih dapat menjadi penopang harga emas.
Untuk pasar domestik, harga emas Antam akan tetap dipengaruhi oleh dua faktor utama: pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika rupiah melemah, penurunan harga emas Antam bisa tertahan atau bahkan berbalik menguat.
Investor emas disarankan untuk memantau data inflasi AS, perkembangan kebijakan moneter The Fed, serta dinamika pasar valuta asing.(jaz)