Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ambalat: Ladang Minyak Rp4.200 Triliun yang Bikin Indonesia–Malaysia Panas Dingin

Mahsun Nidhom • Selasa, 12 Agustus 2025 | 05:04 WIB
Ambalat, harta Rp4.200 triliun di Laut Sulawesi, jadi medan panas dingin diplomasi Indonesia–Malaysia.
Ambalat, harta Rp4.200 triliun di Laut Sulawesi, jadi medan panas dingin diplomasi Indonesia–Malaysia.

Trenggaleknjenggelek - Bicara soal Laut Sulawesi, kita tak hanya bicara soal ombak dan kapal nelayan. Di kedalaman perairan itu, ada Blok Ambalat, wilayah kaya minyak dan gas yang nilai cadangannya diperkirakan mencapai Rp4.200 triliun.

Angka ini setara seperempat blok Rokan, salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia. Tidak heran, sejak dulu Ambalat jadi “apel emas” yang bikin Indonesia dan Malaysia sama-sama ngotot mengklaim.

Persoalannya, klaim itu tak cuma soal garis di peta. Di baliknya ada kepentingan energi nasional, potensi ekonomi raksasa, dan diplomasi yang kadang panas, kadang pura-pura adem.

Mulai 1969, kedua negara pernah sepakat soal batas landas kontinen, tapi Malaysia mengeluarkan peta baru pada 1979 yang memperluas klaim hingga masuk wilayah Ambalat. Dari situ, tensi mulai naik.

Potensi produksinya saat ini diperkirakan 30.000–40.000 barel per hari, dikelola perusahaan migas asal Italia. Jika dikonversi ke uang, nilainya menggiurkan, cukup untuk membiayai banyak proyek infrastruktur atau menambal defisit APBN.

Bagi Malaysia, Ambalat dianggap bagian dari wilayah Sabah yang harus “dilindungi”. Perdana Menteri Anwar Ibrahim bahkan menegaskan akan mempertahankan “setiap jengkal Sabah”.

Sementara Presiden RI Prabowo Subianto memilih nada diplomatis, menawarkan penyelesaian damai.

Dua gaya kepemimpinan yang berbeda, tapi sama-sama sadar: Ambalat bukan sekadar soal minyak, tapi juga harga diri negara.

Sejarah sengketa Sipadan–Ligitan tahun 2002 menjadi pelajaran pahit bagi Indonesia. Kalah di Mahkamah Internasional bukan hal mustahil jika bukti lemah atau diplomasi melempem.

Ambalat, dengan posisinya yang strategis dan kekayaan alamnya, berpotensi jadi “uji nyali” diplomasi maritim Indonesia di era sekarang. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#ambalat #sengketa ambalat #Indonesia Malaysia