Trenggaleknjenggelek – Warga Jawa Timur penggemar kopi tampaknya begitu antusias jika diadakan semacam festival kopi. Paslanya, salah satu festival kopi terbesar di Jawa Timur yang menampilkan beragam olahan kopi nusantara, cokelat, serta rempah-rempah unggulan seperti cengkeh, lada, dan pala.
Baca Juga: Barista dan Petani Kopi Tukar Wawasan, Mutu Kopi Kian Terjamin
Acara yang berlangsung hingga 25 Agustus tersebut diikuti 40 pelaku UMKM kopi, cokelat, dan rempah-rempah. Selain menjadi ajang promosi komoditas unggulan, festival ini juga diharapkan mengangkat citra Kota Lama Surabaya sebagai destinasi wisata baru yang memadukan kekayaan sejarah dengan nuansa modern.
Baca Juga: Kopi Pagi Trenggalek, Dari Cangkir ke Inspirasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Ibrahim, mengungkapkan capaian luar biasa di hari pertama. Target transaksi awal Rp50 miliar berhasil terlampaui dengan nilai kerja sama mencapai Rp55,8 miliar.
“Dari jumlah tersebut, Rp33,7 miliar berasal dari kesepakatan perdagangan, sementara Rp22,1 miliar dari business matching pembiayaan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp30 miliar,” jelasnya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Minum Kopi yang Tanpa Sadar Mengurangi Manfaat Kesehatan
Menurut Ibrahim, antusiasme tinggi ini didorong tren kopi yang semakin lekat dengan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda. Budaya ngopi melalui kafe modern memicu lahirnya inovasi produk sekaligus memperkuat ekosistem kopi nasional.(Jaz)
Editor : Zaki Jazai