TRENGGALEK - Usaha mikro berbasis pangan masih menjadi penopang perekonomian lokal Kabupaten Trenggalek.
Termasuk produksi bakpia rumahan di Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek yang kini mulai menunjukkan konsistensi meskipun skala usahanya masih kecil.
Produksi dilakukan di rumah di Trenggalek dengan peralatan sederhana dan bahan baku lokal.
Pemilik UMKM Bakpia Yosef Sasongko mengatakan, usaha tersebut dimulai dari skala terbatas dan perlahan berkembang mengikuti permintaan konsumen di sekitar desa.
“Kami mulai dari rumah sendiri, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya bisa menerima pesanan dalam jumlah lebih besar,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Dia mengaku, produksi makanan berbasis rumah tangga ini mencerminkan tantangan umum dihadapi UMKM di sektor kuliner.
Di satu sisi, ada potensi produk lokal untuk menjawab kebutuhan pasar domestik.
Namun di sisi lain, pelaku usaha masih kesulitan menembus pasar lebih luas akibat keterbatasan sumber daya, pemasaran, dan legalitas.
Tidak sedikit pelaku usaha belum memiliki sertifikasi, misal izin edar atau label halal.
Ketiadaan dokumen legal ini membatasi ruang gerak usaha saat ingin masuk ke platform penjualan digital atau jaringan distribusi ritel.
“Potensi kuliner termasuk bakpia ini besar sekali. Tapi tanpa dukungan pelatihan dan pendampingan, banyak usaha mandek di lingkaran lokal,” ucapnya.
Usaha makanan rumahan semacam ini umumnya dijalankan keluarga atau kelompok kecil di tingkat desa.
Selain menjadi sumber penghasilan tambahan, kegiatan tersebut berkaitan erat dengan keterampilan turun-temurun, serta pemanfaatan bahan pangan lokal.
Namun tanpa ekosistem pendukung memadai, baik dari sisi perizinan, akses bahan baku murah, hingga promosi kolektif usaha mikro rawan berhenti di tengah jalan atau kalah bersaing dengan produk massal dari luar daerah.
Pemkab dan lembaga pendukung UMKM diharapkan bisa melihat dinamika ini sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal.
Peluang pertumbuhan selalu ada, namun membutuhkan pendekatan jangka panjang dan kebijakan berpihak pada pengusaha kecil. (bim/din)