Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Industri Manufaktur Menggeliat, Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III

Gunawan Awan • Kamis, 6 November 2025 | 17:34 WIB

Daya beli masyarakat terkait dengan  kestabilan ekonomi Indonesia.
Daya beli masyarakat terkait dengan kestabilan ekonomi Indonesia.


JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 5,04 persen; sesuai dengan perkiraan para ekonom.

Industri pengolahan menjadi motor ekonomi Indonesia triwulan III, yang tumbuh sebesar 5,54 persen, yang tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, peranan sektor industri pengolahan naik menjadi 19,15 persen dari sebelumnya 19,02 persen pada triwulan III-2024.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Kereta Khusus Petani dan Pedagang untuk Majukan Perekonomian Rakyat

Di antara lima lapangan usaha dengan pangsa terbesar (yaitu: industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan), industri pengolahan mampu melesat tumbuh paling tinggi di antara lima lapangan usaha tersebut.

Perdagangan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi kedua, yakni sebesar 0,72 persen.

Sedangkan, lapangan usaha informasi dan komunikasi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ketiga, yakni sebesar 0,63 persen.

Apabila ditelisik lebih lanjut, industri yang menopang pertumbuhan adalah industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,49 persen dan industri logam dasar yang tumbuh 18,62%.

Baca Juga: Dari Angkutan ke Wisata, Dokar Trenggalek Tetap Eksis, Ada Trik Para Kusir Agar Tetap Bertahan Hidup dan Topang Ekonomi Keluarga

”Industri logam fasar tumbuh 18,62 persen sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud dalam paparannya, Selasa (2/11/2025). 

Sementara itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 11,65 persen, didorong oleh peningkatan produksi bahan dan barang kimia untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri.

Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sedang menunjukkan momentum pertumbuhan tinggi, karena pada triwulan sebelumnya, yaitu triwulan II – 2025, tumbuh 9,39% (yoy).

Sementara itu, secara kumulatif, perekonomian Indonesia sampai dengan triwulan III-2025 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,01 persen.

Baca Juga: 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru dari MBG, Presiden Prabowo Yakin Ekonomi Rakyat Jadi Mesin Tumbuh

Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan keinginan yang terkontraksi sebesar 0,43 persen.

Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar 10,37 persen; diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 9,51 persen.

Sementara itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,26 persen.

Ini merupakan momentum Indonesia untuk terus tumbuh tinggi di kuartal-kuartal berikutnya.

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#2025 #kuartal 3 #Pertumbuhan Ekonomi