Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Petani di Trenggalek Bisa Tiga Kali Tanam Padi dalam Setahun, Ada Penyebabnya

Zaki Jazai • Kamis, 4 Desember 2025 | 00:27 WIB
Potret lahan sawah di Trenggalek yang mengalami peningkatan luas. (Akhmad Nur Khoiri)
Potret lahan sawah di Trenggalek yang mengalami peningkatan luas. (Akhmad Nur Khoiri)

 

TRENGGALEK — Kondisi cuaca yang stabil sepanjang 2025 membawa berkah bagi para petani padi di Trenggalek.

Pasalnya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek mencatat indeks pertanaman padi (IP) tahun ini mencapai 2,56, yang berarti sebagian besar petani berhasil melakukan tiga kali masa tanam dalam satu tahun.

Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi mengatakan, peningkatan IP tersebut menjadi sinyal kuat bahwa musim dan kondisi pengairan sangat mendukung aktivitas tanam.

Sebab, para petani pada tahun ini tidak kesulitan dalam mencari air hingga hasil panennya meningkat.

“IP kita tahun ini sudah mencapai 2,56. Artinya hampir semua lahan pertanian padi melakukan tiga kali tanam. Tahun lalu IP cuma 1,98 karena pengaruh El Nino,” ujarnya.

Dengan semakin luasnya lahan yang bisa ditanami pada musim ketiga, produksi padi Trenggalek ikut melonjak.

Hingga akhir November, total produksi sudah menembus 264 ribu ton angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Imam menjelaskan bahwa faktor cuaca dan dukungan sumber air menjadi alasan utama meningkatnya peluang tanam sepanjang tahun.

Pemerintah juga menambah sejumlah fasilitas pengairan sehingga petani tidak mengalami kesulitan dalam mengairi sawah.

“Cuaca mendukung dan pengairan kita diperkuat pemerintah. Ini sangat memudahkan petani mengolah sawah untuk tanam berikutnya,” jelasnya.

Dampak meningkatnya masa tanam juga terlihat pada serapan pupuk subsidi.

Hingga akhir November, serapan sudah mencapai 80 persen dan diperkirakan menembus 90 persen pada akhir 2025.

“Kalau tahun 2024 serapannya sekitar 80 persen. Tahun ini bisa lebih tinggi karena masa tanam meningkat,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat telah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober lalu.

Kebijakan itu dinilai turut mendorong petani kembali berani memperluas masa tanam.

“Dengan turunnya harga pupuk subsidi, diharapkan produksi pertanian, khususnya padi di Trenggalek, semakin meningkat,” pungkas Imam.(jaz/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#panen padi #trenggalek