Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Minyak Goreng Naik di Pasar Slipi, Ibu-Ibu Pilih Kemasan Mini hingga Tahu Tempe Ikut Menyusut

Isna Dzikirianti • Rabu, 29 April 2026 | 12:38 WIB
Harga minyak goreng naik di Pasar Slipi, ibu rumah tangga pilih kemasan mini, tahu dan tempe ikut menyusut ukurannya. (GPT AI)
Harga minyak goreng naik di Pasar Slipi, ibu rumah tangga pilih kemasan mini, tahu dan tempe ikut menyusut ukurannya. (GPT AI)

JAKARTA-Harga minyak goreng naik kembali menjadi keluhan utama masyarakat. Tidak hanya minyak goreng, sejumlah kebutuhan dapur lain seperti tahu dan tempe juga ikut mengalami kenaikan harga.

Kondisi ini membuat ibu rumah tangga harus putar otak agar pengeluaran tetap terkendali. Pantauan di Pasar Slipi, Jakarta Barat, menunjukkan kenaikan harga bahan pokok terjadi hampir merata.

Dari minyak goreng premium, minyak goreng curah, hingga produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe, semuanya mengalami perubahan harga yang cukup signifikan.

Kenaikan harga minyak goreng naik ini bahkan membuat sebagian warga memilih alternatif baru, yakni membeli minyak goreng premium dalam kemasan kecil agar tetap bisa memenuhi kebutuhan harian tanpa harus mengeluarkan uang besar sekaligus.

Baca Juga: Peluang Usaha 2026 Terbuka Lebar, Ini 7 Bisnis Modal Kecil yang Dinilai Paling Laris di Tengah Tekanan Ekonomi

Minyak Goreng Kemasan Mini Jadi Solusi

Di Pasar Slipi, minyak goreng premium ukuran kecil menjadi incaran pembeli. Produk ini hadir dalam bentuk cup maupun botol kecil dengan isi bersih mulai dari 220 mililiter hingga 250 mililiter.

Harga jualnya berkisar antara Rp6.000 hingga Rp8.000 per botol. Meski secara hitungan lebih mahal dibanding membeli per liter, kemasan kecil ini dinilai lebih terjangkau secara langsung oleh ibu rumah tangga yang memiliki anggaran terbatas.

Pedagang menyebut, tren pembelian minyak goreng kemasan mini meningkat dalam beberapa pekkan terakhir. Banyak konsumen memilih membeli sedikit demi sedikit dibanding langsung membeli ukuran besar.

Saat ini, minyak goreng premium kemasan dijual mulai dari Rp23.000 per liter. Sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp20.000 per liter.

Sementara itu, untuk kemasan dua liter, harga kini sudah mencapai Rp43.000 hingga Rp45.000. Padahal sebelumnya, produk serupa hanya dijual sekitar Rp38.000 per dua liter.

Minyak Goreng Curah Juga Langka dan Mahal

Tidak hanya minyak goreng premium, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan cukup tajam. Bahkan, sejumlah pedagang di Pasar Slipi mengaku kesulitan menyediakan stok karena harga yang terus melonjak.

Baca Juga: UMKM di Trenggalek Hadapi Tantangan Akses Pasar dan Persaingan Produk Luar

Sebelumnya, minyak goreng curah dijual sekitar Rp21.000 per kilogram. Kini, harganya sudah menyentuh Rp25.000 per kilogram.

Menurut pedagang, menjual minyak goreng curah membutuhkan tenaga dan modal tambahan. Selain harus mengemas ulang minyak ke dalam plastik kecil, harga plastik kemasan juga ikut naik sehingga menambah beban operasional.

Kondisi ini membuat sebagian pedagang memilih mengurangi stok, bahkan ada yang sementara tidak menjual minyak goreng curah karena margin keuntungan yang semakin tipis.

Tahu dan Tempe Ikut Terdampak

Selain minyak goreng, tahu dan tempe yang menjadi lauk favorit masyarakat juga ikut terdampak. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama.

Untuk harga tempe, pedagang masih menjual dengan nominal yang sama, yakni Rp5.000 hingga Rp7.000 per papan. Namun, ukuran tempe kini terlihat lebih kecil.

Baca Juga: Kopi Ekselsa Wonosalam Bangkit dari Cibiran “Rasa Ban Terbakar”, Kini Juara Nasional dan Dilirik Pasar Dunia

Pedagang mengungkapkan ukuran tempe menyusut sekitar 2 sentimeter per papan agar harga jual tetap bisa dipertahankan dan tidak memberatkan pembeli.

Sementara itu, harga tahu mengalami kenaikan lebih jelas. Untuk ukuran besar, harga naik Rp1.000 per potong. Jika sebelumnya dijual Rp5.000, kini menjadi Rp6.000 per potong.

Sedangkan tahu ukuran kecil masih bertahan di harga Rp1.000 per potong.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski harga terlihat stabil di permukaan, konsumen tetap merasakan dampaknya melalui pengurangan ukuran produk atau kualitas barang.

Harapan Masyarakat kepada Pemerintah

Kenaikan harga bahan pokok ini menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan dapur.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis Online 2026 Modal Internet, Bisa Dikerjakan dari Rumah dan Potensi Cuan Saat Orang Lain Tidur

Banyak pembeli di Pasar Slipi berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng yang menjadi komoditas penting dalam aktivitas memasak sehari-hari.

Masyarakat juga berharap pasokan bahan pokok tetap aman sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga lebih tinggi lagi.

Jika kondisi ini terus berlangsung, daya beli masyarakat dikhawatirkan semakin menurun, terutama bagi keluarga dengan penghasilan tetap dan terbatas.

Kenaikan harga minyak goreng, tahu, dan tempe menjadi bukti bahwa tekanan ekonomi masih sangat dirasakan di tingkat rumah tangga, terutama di pasar tradisional yang menjadi pusat belanja utama warga. (*)

Editor : Isna Dzikirianti
#Harga minyak goreng naik #Pasar Slipi #Minyak goreng premium #Harga tahu tempe #Bahan pokok mahal