TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - PT Taspen memaparkan kondisi terbaru pengelolaan dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) dalam rapat bersama Komisi XI DPR. Dalam pemaparannya, Taspen mengungkap jumlah peserta yang mencapai 7,87 juta orang, aset kelolaan lebih dari Rp400 triliun, serta berbagai inovasi layanan bagi pensiunan ASN.
Paparan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Taspen Roni, yang mulai menjabat sejak 17 Desember 2024. Ia menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan hanya mencakup dua aspek, yakni pelayanan kepada peserta dan pengelolaan investasi dana pensiun.
Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan fungsi Taspen sebagai pengelola program pensiun wajib bagi ASN di Indonesia.
PT Taspen Layani 7,87 Juta Peserta di Seluruh Indonesia
Dalam presentasinya, Roni menjelaskan bahwa hingga saat ini Taspen melayani sekitar 7,87 juta peserta.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun.
Untuk menjangkau seluruh peserta, Taspen mengoperasikan 57 kantor cabang, sekitar 17.000 titik layanan, serta bekerja sama dengan 44 mitra bayar.
Selain itu, Taspen juga menempatkan petugas di Mal Pelayanan Publik yang kini bertransformasi menuju layanan digital.
Berbagai layanan yang telah disediakan antara lain layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, Taspen One Hour Online Service, layanan antar pembayaran pensiun, layanan klaim otomatis, hingga penyelesaian klaim dalam waktu satu jam.
Dasar Hukum dan Program yang Dikelola Taspen
Roni menjelaskan bahwa pengalihan pembayaran pensiun dari Kementerian Keuangan kepada Taspen dimulai pada 1986 dan diterapkan secara penuh pada 1990.
Sementara itu, dasar hukum pengelolaan program pensiun oleh Taspen mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Peserta Taspen meliputi PNS pusat, pegawai pemerintah daerah, pejabat negara termasuk anggota DPR, penerima pensiun anggota ABRI sebelum 1 April 1989, serta para veteran.
Taspen mengelola empat program utama. Dua program terbesar adalah Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun.
Untuk THT, iuran ditetapkan sebesar 3,25 persen dari gaji pokok dan tunjangan. Sementara Program Pensiun memperoleh iuran sebesar 4,75 persen dari gaji pokok dan tunjangan keluarga yang masuk ke Akumulasi Iuran Pensiun (AIP).
Selain itu, Taspen juga mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Mayoritas Pensiunan Masih Menggunakan Layanan Manual
Meski layanan digital terus dikembangkan, pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal.
Taspen mencatat baru sekitar 35 persen pengajuan klaim pensiun dilakukan secara digital. Sisanya masih diajukan secara manual.
Hal serupa juga terjadi pada autentikasi penerima pensiun. Baru sekitar 58 persen peserta memanfaatkan autentikasi digital menggunakan telepon seluler.
Sementara sekitar 42 persen lainnya masih memilih datang langsung ke kantor cabang atau meminta petugas melakukan kunjungan.
Menurut Roni, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih banyaknya pensiunan yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital serta kekhawatiran terhadap risiko penipuan.
Baca Juga: Gaji Pensiunan 1 Maret 2026 Dipastikan Cair Normal, PT Taspen Tegaskan Tak Ada Kenaikan Baru
Karena itu, Taspen tetap mempertahankan layanan manual, termasuk kunjungan langsung kepada penerima pensiun yang membutuhkan pelayanan khusus.
Layanan Khusus bagi Penerima Pensiun
Taspen juga memiliki layanan kunjungan bagi peserta yang tidak melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut.
Petugas akan melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan status penerima manfaat tetap sesuai ketentuan.
Selain itu, layanan administrasi masih dilakukan untuk berbagai keperluan seperti pengajuan pensiun janda atau duda, pensiun yatim piatu, penambahan anggota keluarga, mutasi mitra bayar, perpindahan kantor cabang, hingga perubahan alamat penerima pensiun.
Seluruh layanan tersebut masih banyak dilakukan melalui kantor cabang karena tingginya kebutuhan pelayanan langsung.
Kepuasan Peserta Terus Meningkat
Dalam rapat tersebut, Taspen juga memaparkan hasil survei kepuasan peserta.
Roni menyebut indeks kepuasan pelanggan terus meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan penilaian pihak ketiga.
Survei tahun 2024 dilakukan oleh MERP Plus dengan sejumlah indikator pelayanan.
Menurutnya, tren peningkatan tersebut menunjukkan inovasi pelayanan yang dilakukan Taspen mulai memberikan dampak positif bagi peserta.
Aset Kelolaan Lampaui Rp400 Triliun
Di bidang investasi, Taspen mengungkapkan nilai aset yang dikelola terus meningkat.
Program THT, JKK, dan JKM memiliki aset sebesar Rp149,53 triliun.
Sementara Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola mencapai Rp250,77 triliun.
Dengan demikian, total aset yang dikelola Taspen melampaui Rp400 triliun.
Taspen mencatat pertumbuhan aset THT sebesar 2,52 persen, sedangkan aset AIP tumbuh 10,43 persen.
Meski demikian, rasio klaim THT pada 2024 mencapai 257 persen. Artinya, setiap Rp1.000 iuran yang diterima harus dibayarkan klaim sebesar Rp2.570.
Selisih tersebut ditutup melalui hasil investasi dan pendapatan lainnya.
Hasil Investasi dan Laba Perusahaan
Taspen juga melaporkan hasil investasi yang berada di atas rata-rata pasar.
Yield on investment (YOI) program THT tercatat sebesar 7,68 persen bersih.
Sementara YOI untuk AIP mencapai 7,24 persen.
Baca Juga: Gaji Pensiunan 1 Maret 2026 Dipastikan Cair Normal, PT Taspen Tegaskan Tak Ada Kenaikan Baru
Sebagian besar investasi ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor jangka panjang.
Di sisi kinerja perusahaan, laba korporasi Taspen pada 2024 mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
Menurut paparan perusahaan, capaian tersebut berasal dari pengelolaan program THT dan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tetap terjaga meski rasio klaim cukup tinggi.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari