TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - CFD Trenggalek resmi kembali digelar setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Hari pertama pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Trenggalek langsung dipadati warga dan membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 155 pelaku UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut, bahkan sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka habis terjual hanya dalam waktu satu jam.
Kembalinya CFD Trenggalek menjadi ruang publik yang tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi. Warga memadati sepanjang Jalan Panglima Sudirman sejak pagi hari untuk berjalan santai sekaligus berburu kuliner yang dijajakan pelaku usaha lokal.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung membuat banyak pelaku UMKM merasakan peningkatan penjualan yang signifikan dibanding hari biasa.
Baca Juga: Lutfiana Azizah Pimpin KKN Digitalisasi UMKM Desa Jajar
Area CFD Diperluas, Warga Padati Jalan Panglima Sudirman
Sejak pagi, kawasan Jalan Panglima Sudirman dipenuhi masyarakat. Area CFD membentang mulai dari depan Kantor DPMPTSP hingga kawasan Depot Anda.
Pengunjung memanfaatkan kawasan bebas kendaraan tersebut untuk berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati beragam makanan dan minuman yang dijual pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, mengatakan konsep CFD kali ini dikembangkan lebih luas dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Perluasan area dilakukan agar masyarakat memiliki ruang yang lebih nyaman untuk beraktivitas sekaligus memberi kesempatan lebih besar kepada pelaku UMKM memasarkan produknya.
Selain menciptakan ruang publik yang bebas kendaraan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Alhamdulillah ini hari pertama buka, ramai seperti ini. Padat banget. Saya menemui pedagang kami, justru ada yang sudah habis. Alhamdulillah. Insyaallah juga tidak ada motor yang masuk, tidak ada mobil yang masuk, sehingga program nol karbon bisa mulai dari langkah kecil seperti ini," ujar Saniran.
Dagangan UMKM Ludes dalam Satu Jam
Antusiasme warga pada hari pertama pelaksanaan CFD langsung dirasakan para pelaku UMKM.
Salah satunya Mungki, pedagang yang mengaku kewalahan melayani antrean pembeli sejak pagi.
Ia menjual berbagai produk, seperti cumi, sambal petis, sambal cireng, dan puding.
Pada hari pertama CFD, Mungki membawa 20 porsi cumi, 32 puding, serta tiga porsi sambal. Tidak butuh waktu lama, hampir seluruh dagangannya habis terjual.
"Tinggal sambal saja," ujarnya saat ditanya kondisi dagangannya.
Mungki berharap kegiatan CFD dapat terus digelar secara rutin.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.
"Semoga UMKM semakin lancar, semakin sukses terus, semakin ramai juga," harapnya.
Baca Juga: MBG jadi Sorotan Positif di Jepang, Penggunaan Bahan Lokal dan UMKM dari MBG Dibahas
Pengakuan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang lain yang disebut telah menghabiskan seluruh dagangannya hanya dalam waktu sekitar satu jam sejak CFD dibuka.
Pemkab Siapkan Evaluasi karena Peminat Membludak
Kesuksesan hari pertama pelaksanaan CFD menghadirkan tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Jumlah pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi ternyata melebihi kapasitas yang tersedia.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya mampu menampung lebih banyak pelaku usaha.
Selain mempertimbangkan penambahan ruang bagi UMKM, pemerintah juga mendorong paguyuban UMKM agar mulai berperan aktif dalam pengelolaan CFD.
Pendampingan tetap akan diberikan hingga sistem pengelolaan dapat berjalan secara optimal.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan CFD semakin tertata sekaligus memberi kesempatan lebih luas kepada pelaku usaha lokal untuk ikut berjualan.
Ruang Publik dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kembalinya CFD Trenggalek menjadi lebih dari sekadar ruang bebas kendaraan.
Kegiatan ini menghadirkan titik temu antara gaya hidup sehat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat memperoleh ruang yang aman dan nyaman untuk berolahraga, sementara pelaku UMKM mendapatkan akses langsung kepada ribuan calon pembeli dalam satu lokasi.
Baca Juga: Meski Banyak yang Daftar, Hanya 200 Pelaku UMKM di Trenggalek Dapatkan Bantuan KIP Jawara,
Antusiasme warga pada pelaksanaan perdana setelah vakum beberapa tahun menjadi sinyal positif bahwa keberadaan CFD masih sangat dibutuhkan.
Dengan tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha, pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya dapat mengakomodasi lebih banyak UMKM sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung.
Keberhasilan hari pertama menunjukkan bahwa CFD Trenggalek tidak hanya menghidupkan kembali ruang publik, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan penjualan produk UMKM.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Bioz TV