Optimalisasi BUMD, Dorong Pelayanan Masyarakat dan PAD

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:41 WIB
AGUS SUBCHI
AGUS SUBCHI, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Trenggale.(BIMA FAISAL/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus mendorong optimalisasi kinerja badan usaha milik daerah (BUMD).

Selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, BUMD juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal sekaligus meningkatkan manfaat keberadaan perusahaan daerah bagi masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Trenggalek, Agus Subchi mengaku, saat ini BUMD Trenggalek memiliki sejumlah unit usaha dengan bidang berbeda. Salah satunya bergerak dalam penyediaan kebutuhan pendukung sektor perikanan. Di Watulimo, terdapat pabrik es yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik nelayan maupun pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

“Pabrik es ini diharapkan bisa menyuplai kebutuhan bahan baku atau logistik berupa es yang dibutuhkan nelayan untuk melaut. Saat ini kapasitas produksinya sekitar 600 balok per hari,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Trenggalek menekankan agar seluruh BUMD mampu mengoptimalkan kinerja masing-masing. Sebab, perusahaan daerah juga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah daerah melalui setoran PAD. Karena itu, target yang telah ditetapkan diharapkan dapat direalisasikan dengan kinerja usaha yang semakin baik.

Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi

“BUMD itu harus bekerja optimal. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, kinerjanya juga harus terus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh bisa mendukung realisasi target PAD yang sudah ditentukan bersama,” jelasnya.

Kontribusi tersebut terlihat dari sejumlah BUMD yang telah memberikan setoran kepada kas umum daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, BPR Jwalita Trenggalek pada 2025 yang disetorkan pada 2026 memberikan kontribusi PAD sekitar Rp 1,487 miliar. Sementara PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) menyetor sekitar Rp 257 juta, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 200 juta.

Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa optimalisasi BUMD dapat memberikan dampak terhadap pendapatan daerah. Namun, kontribusi PAD bukan menjadi satu-satunya ukuran kinerja, khususnya bagi BUMD yang memiliki fungsi pelayanan publik.

Hal tersebut berlaku bagi PDAM. Sebagai perusahaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, fungsi pelayanan tetap menjadi prioritas utama. PDAM diharapkan mampu memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi sekaligus terus meningkatkan kualitas layanan.

Untuk tahun 2025 yang disetorkan pada 2026, PDAM tercatat memberikan kontribusi sekitar Rp 74 juta terhadap PAD. Meski demikian, pemkab menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama dibandingkan mengejar keuntungan semata.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dukung Pembebasan PPB Sawah, Langsung Koordinasi untuk Siapkan Dasar Hukum

“Kalau PDAM, fungsi utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat. Memang ada setoran PAD, tetapi yang paling utama bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan air dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Optimalisasi BUMD ke depan pun diharapkan berjalan beriringan antara fungsi bisnis dan pelayanan publik. BUMD yang bergerak di sektor komersial didorong meningkatkan kinerja dan kontribusi PAD, sementara BUMD yang memiliki fungsi pelayanan tetap harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, keberadaan BUMD diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (bim/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
PemkabTrenggalek BUMDTrenggalek PADTrenggalek