KOTA, Radar Trenggalek – Aktivitas lelang proyek infrastruktur di Bumi Menak Sopal mulai penggalian saat ini. Pasalnya, jumlah paket pekerjaan yang telah dituntaskan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setda Trenggalek mencapai tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
UKPBJ mencatat telah merampungkan proses tender sembilan paket pekerjaan hingga pertengahan 2026. Rinciannya, satu paket jasa konsultansi dan delapan paket konstruksi.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan pertengahan 2025 yang ketika itu baru terdapat tiga paket pekerjaan yang masuk dan selesai diproses melalui lelang.
Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas pengadaan pekerjaan fisik di lingkungan Pemkab Trenggalek mulai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: SMAN 1 Trenggalek Siap Bersaing Tak Ingin Sekadar Jadi Peserta dan Pasang Target Tembus Empat Besar
“Sampai pertengahan tahun ini kami sudah merampungkan sembilan paket, yang terdiri dari satu paket jasa konsultansi dan delapan paket konstruksi. Tahun lalu pada periode yang sama, kami baru mengeksekusi tiga paket,” ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, Suprihadi.
Menurut dia, angka tersebut masih berpotensi bertambah. Sebab, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih menyelesaikan dokumen perencanaan teknis sebelum paket pekerjaan diserahkan ke UKPBJ untuk diproses melalui tender.
Saat ini, UKPBJ juga telah menerima dokumen pembangunan satu unit jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek. Dengan tambahan tersebut, terdapat 10 paket pekerjaan yang tengah disiapkan dalam proses pengadaan.
Tidak berhenti di sana. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek juga diproyeksikan segera memasukkan enam paket pekerjaan baru setelah dokumen perencanaan teknis rampung.
Baca Juga: Optimalisasi BUMD, Dorong Pelayanan Masyarakat dan PAD
“Tim kami masih menunggu penyelesaian dokumen perencanaan teknis untuk enam paket dari disperkimhub. Begitu berkas masuk, kami langsung menggelar proses tendernya,” jelasnya.
Dengan perkembangan tersebut, UKPBJ memperkirakan jumlah paket konstruksi yang masuk proses lelang sepanjang 2026 dapat mencapai 17 hingga 20 paket.
Sejumlah proyek strategis juga mulai disiapkan untuk ditenderkan. Di antaranya, pembangunan dan rehabilitasi gedung pemerintahan, pembangunan gedung baru di RSUD dr Soedomo, proyek sistem penyediaan air minum (SPAM), pembangunan jembatan, jalan usaha tani, hingga drainase perkotaan.
Beberapa paket lainnya berkaitan dengan pembangunan jogging track dalam program Kota Atraktif serta pekerjaan dari dinas pariwisata dan kebudayaan.
Baca Juga: Tirtha Pure Laris Manis, PDAM Tirta Wening Tambah Kapasitas Produksi
UKPBJ juga mempercepat proses tender proyek yang menggunakan skema pendanaan pinjaman daerah. Percepatan dilakukan agar kontraktor memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan pelaksanaan pekerjaan fisik sehingga proyek dapat mulai berjalan pada awal 2027.
“Estimasi kami totalnya bisa menyentuh 20 paket hingga penutupan tahun nanti, termasuk paket-paket yang mendahului anggaran dari dana pinjaman daerah,” pungkas pria yang juga dipercaya menjadi Plt kepala disperkimhub ini. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK