KOTA, Radar Trenggalek – Ribuan ton beras bantuan pangan mulai digelontorkan ke masyarakat Kabupaten Trenggalek. Memasuki awal September 2026, penyaluran bantuan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September tersebut mulai dilakukan melalui balai desa maupun kantor desa yang menjadi titik bagi.
Total beras yang disiapkan mencapai 3.373 ton. Bantuan tersebut menyasar 112.449 penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Trenggalek.
Kepala Perum Bulog Wilayah Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Blitar Kota, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras.
“Pelaksanaan penyaluran beras bantuan pangan di Kabupaten Trenggalek sudah mulai dilaksanakan sejak awal September 2026,” kata Yonas, Kamis (3/9).
Menurut dia, bantuan beras tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Terlebih, kondisi kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berkembang turut menjadi perhatian pemerintah.
Baca Juga: Nadita Amalia Berwirausaha, Berorganisasi, Berprestasi
Bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Dengan kebutuhan beras yang terbantu, masyarakat bisa mengalokasikan sebagian anggaran untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
“Harapannya dengan adanya bantuan beras ini masyarakat lebih tenang dan bisa mengalokasikan anggaran belanjanya untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Sehingga pemenuhan kebutuhan harian bisa lebih optimal,” jelasnya.
Penyaluran dilakukan melalui titik bagi di tingkat desa. Balai desa dan kantor desa menjadi lokasi distribusi bantuan kepada masyarakat penerima. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya memperlancar distribusi beras hingga ke penerima di masing-masing wilayah.
Yonas menjelaskan, beras yang disalurkan merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog. Stok tersebut selanjutnya digunakan untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah.
Yang menarik, beras dalam program tersebut merupakan hasil serapan dari petani lokal Trenggalek dan daerah sekitarnya. Wilayah tersebut masuk dalam wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung.
Baca Juga: Ratusan Jiwa di Mlinjon Menanti Air Bersih
Artinya, hasil produksi petani lokal tidak hanya diserap untuk menjaga ketersediaan stok, tetapi juga kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah.
Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu daya beli masyarakat. Di tengah kondisi kemarau panjang dan ancaman El Nino, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan bantalan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Dengan jumlah penerima mencapai lebih dari 112 ribu PBP, distribusi bantuan beras di Trenggalek menjadi salah satu program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Bulog pun memastikan penyaluran dilakukan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.(gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK