TRENGGALEK NJENGGELEK- Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari posisi Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet pada Senin, 14 September 2026. Pergantian tersebut dinilai pengamat ekonomi, mata uang, dan komunitas Ibrahim Aswaaibi dapat meningkatkan kekhawatiran investor asing serta memicu tekanan terhadap IHSG dan nilai tukar rupiah pada perdagangan berikutnya.
Purbaya diketahui telah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama sekitar satu tahun sebelum posisinya digantikan Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pergantian mendadak di posisi strategis tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena Menteri Keuangan memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara.
Baca Juga: Koko Seto Bantah Tarif Rp500 Juta, Ungkap Nominal Saweran Tertinggi
Pergantian Menkeu Picu Ketidakpastian Pasar
Ibrahim menilai pergantian Menteri Keuangan secara tiba-tiba dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan. Investor asing disebut akan mencermati bagaimana kebijakan fiskal pemerintah berlanjut setelah perubahan tersebut.
Ketidakpastian itu berpotensi tercermin pada pergerakan aset keuangan, termasuk indeks harga saham gabungan atau IHSG dan nilai tukar rupiah.
Menurut Ibrahim, tekanan terhadap pasar dapat mulai terlihat ketika perdagangan dibuka pada Selasa, 15 September 2026. Namun, besarnya respons pasar akan bergantung pada bagaimana investor melihat arah kebijakan ekonomi dan fiskal setelah pergantian tersebut.
Keberlanjutan Kebijakan Jadi Perhatian
Salah satu hal yang menjadi perhatian investor adalah keberlanjutan kebijakan anggaran. Pergantian pejabat di posisi Menteri Keuangan membuat pasar perlu melihat apakah kebijakan fiskal yang sebelumnya berjalan akan dilanjutkan atau mengalami perubahan.
Investor asing, menurut Ibrahim, akan memperhatikan sejumlah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran serta program prioritas.
Di tengah kondisi tersebut, komunikasi pemerintah kepada pelaku pasar menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan.
Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Jadi Sorotan
Ibrahim juga menyoroti sikap pemerintah terhadap sejumlah program, termasuk program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
Kebijakan terhadap program-program tersebut dinilai berkaitan dengan pengelolaan anggaran. Investor akan melihat bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan antara pembiayaan program prioritas dan kondisi fiskal secara keseluruhan.
Perubahan arah atau penyesuaian anggaran dapat menjadi perhatian karena berhubungan dengan prospek defisit dan keberlanjutan keuangan negara.
Purbaya Disebut Sempat Dorong Penyesuaian Anggaran
Dalam wawancara tersebut, Ibrahim menyebut Purbaya sebelumnya sempat mendorong penyesuaian anggaran. Langkah itu disebut diperlukan untuk mencegah defisit semakin melebar.
Kebijakan penyesuaian anggaran menjadi salah satu aspek yang kemungkinan diperhatikan pasar setelah pergantian Menteri Keuangan.
Dengan masuknya Suahasil Nazara sebagai pengganti Purbaya, pelaku pasar akan mencermati bagaimana kebijakan fiskal selanjutnya dijalankan.
Bagi investor, arah kebijakan anggaran, pengendalian defisit, serta keberlanjutan program pemerintah menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi persepsi terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Pergerakan IHSG dan rupiah setelah pergantian Menteri Keuangan pun menjadi perhatian untuk melihat bagaimana pasar merespons perubahan tersebut.
Baca Juga: Honda CR-V RS Hybrid 2026 Rp800 Jutaan, Fitur Segini Layak Dibeli?
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest