TRENGGALEK NJENGGELEK- Saham GOTO kembali menjadi perhatian karena masih bertahan di level Rp50 per saham meski kinerja perusahaan mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan analisis dalam video terbaru, kepemilikan asing, aktivitas transaksi pasar negosiasi, antrean jual-beli, hingga peran market maker disebut menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan saham GOTO.
Data yang dibahas menunjukkan kepemilikan masyarakat masih menjadi bagian besar dari struktur pemegang saham GOTO. Sementara itu, investor asing disebut memiliki porsi sekitar 70 persen berdasarkan data yang ditampilkan narasumber.
Baca Juga: Saham GOTO Mentok Rp50, Likuiditas Menipis dan Buyback Rp3,5 Triliun Jadi Sorotan
Saham GOTO Masih Bertahan di Rp50
Harga Rp50 menjadi level yang banyak diperhatikan karena merupakan batas bawah perdagangan saham di pasar reguler. Dalam kondisi tersebut, aktivitas transaksi menjadi penting untuk melihat apakah tekanan jual masih dominan atau mulai berkurang.
Narasumber menyoroti adanya antrean jual dalam jumlah besar di sekitar level Rp50. Menurut analisisnya, antrean tersebut belum tentu seluruhnya berasal dari investor ritel.
Ia juga mengamati adanya transaksi melalui pasar negosiasi dengan harga di bawah Rp50. Aktivitas tersebut disebut dapat menjadi salah satu cara investor bermodal besar melakukan penyesuaian harga kepemilikan tanpa harus melakukan transaksi dalam jumlah besar di pasar reguler.
Transaksi Pasar Negosiasi Ikut Diamati
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah transaksi pasar negosiasi saham GOTO disebut berlangsung pada kisaran Rp24 per saham.
Narasumber mengaitkan transaksi tersebut dengan upaya investor besar melakukan akumulasi sekaligus menyesuaikan harga rata-rata kepemilikan.
Namun, transaksi pasar negosiasi memiliki mekanisme berbeda dengan pasar reguler. Karena itu, harga transaksi di pasar negosiasi tidak bisa secara langsung dianggap sebagai harga pasar reguler saham GOTO.
Fundamental GOTO Mulai Membaik
Selain aktivitas perdagangan, kinerja keuangan GOTO juga menjadi perhatian. Narasumber menyebut perusahaan mulai mencatat perbaikan dari sisi laba dan pendapatan.
Dalam video tersebut, kinerja kuartalan GOTO disebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Bisnis layanan finansial, khususnya GoPay, juga disebut berpotensi menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan.
Perkembangan tersebut dinilai penting karena GOTO sebelumnya identik dengan kinerja yang masih membukukan kerugian.
Meski demikian, narasumber juga mengingatkan bahwa perbaikan fundamental tidak serta-merta membuat harga saham langsung bergerak naik. Faktor likuiditas, sentimen pasar, dan aktivitas pemegang saham besar tetap berpengaruh terhadap harga di bursa.
Target Saham GOTO Jadi Perhatian
Dalam analisis teknikal yang disampaikan, level Rp57 disebut sebagai target awal untuk melihat kemampuan saham GOTO menembus area tertentu. Jika mampu melewati level tersebut, narasumber kemudian menyebut target Rp88 hingga Rp148 sebagai area yang dapat diperhatikan.
Namun, angka tersebut merupakan target berdasarkan analisis teknikal narasumber dan bukan jaminan bahwa harga saham GOTO akan mencapai level tersebut.
Narasumber juga menilai GOTO membutuhkan waktu panjang untuk menunjukkan hasil transformasi bisnisnya. Ia menyebut investor tidak seharusnya hanya melihat pergerakan dalam satu atau dua tahun, karena perubahan fundamental perusahaan dapat berlangsung lebih lama.
Market Maker Masih Jadi Sorotan
Aktivitas market maker juga menjadi bagian penting dalam analisis. Narasumber menduga tebalnya antrean pada level tertentu berkaitan dengan kepemilikan dalam jumlah besar.
Ia menilai perubahan antrean bid dan offer perlu terus diamati untuk melihat apakah tekanan jual mulai berkurang.
Pada akhirnya, saham GOTO masih menghadapi kombinasi antara harga Rp50, likuiditas, aktivitas investor besar, dan perkembangan fundamental perusahaan. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan permintaan dan penawaran serta perkembangan kinerja GOTO.
Baca Juga: Morgan Stanley Borong Saham GOTO, Transaksi di Bawah Harga Rp50 Jadi Sorotan
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest