Saham BUMI Usai Purbaya Dicopot, Investor Asing dan Transaksi Jumbo Jadi Sorotan

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:33 WIB
Saham BUMI disorot usai pergantian Menkeu. Transaksi jumbo dan fundamental perusahaan jadi perhatian investor.
Saham BUMI disorot usai pergantian Menkeu. Transaksi jumbo dan fundamental perusahaan jadi perhatian investor.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Saham BUMI menjadi sorotan setelah pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Di tengah perubahan tersebut, transaksi saham BUMI disebut mencapai Rp1,1 triliun, sementara analis menilai fundamental perusahaan masih menjadi perhatian investor.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Serah terima jabatan kemudian berlangsung di Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Pergantian tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar karena Purbaya sebelumnya dikenal dengan sejumlah kebijakan dan langkah reformasi di sektor fiskal. Namun, dalam video analisis yang menjadi bahan pemberitaan ini, pergantian tersebut dinilai belum tentu mengubah prospek saham BUMI secara langsung.

Baca Juga: Saham GOTO Mentok Rp50, Likuiditas Menipis dan Buyback Rp3,5 Triliun Jadi Sorotan

Transaksi Saham BUMI Tembus Rp1,1 Triliun

Dalam analisis Firman, saham BUMI sempat mengalami koreksi dan menyentuh area sekitar Rp199-Rp200. Meski demikian, transaksi pada saham tersebut disebut tetap ramai dengan nilai mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Narasumber juga menyebut terdapat aktivitas pembelian dari investor asing, meskipun pada perdagangan yang dibahas posisi asing secara keseluruhan disebut masih mencatat net sell.

Selain itu, transaksi jumbo disebut menjadi salah satu perhatian utama. Aktivitas tersebut dinilai menunjukkan masih adanya minat investor terhadap saham BUMI di tengah volatilitas pasar.

Firman menyebut area sekitar Rp203 hingga Rp219 sebagai wilayah yang perlu diperhatikan secara teknikal. Namun, level tersebut merupakan bagian dari analisis teknikal narasumber dan bukan jaminan pergerakan harga saham berikutnya.

Pergantian Menkeu Dinilai Tak Otomatis Ubah Fundamental

Suahasil Nazara kini resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Pemerintah menyatakan Suahasil berkomitmen menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam analisis tersebut, pergantian menteri dinilai tidak serta-merta mengubah fundamental perusahaan tambang. Narasumber berpendapat kebijakan yang sudah berjalan di sektor fiskal tetap memiliki kesinambungan, meski gaya komunikasi pejabat baru dapat berbeda.

Penilaian ini merupakan pandangan narasumber. Dampak kebijakan fiskal terhadap emiten tetap bergantung pada kebijakan konkret pemerintah serta kondisi ekonomi dan pasar.

Fundamental BUMI Jadi Perhatian

Selain isu politik dan kebijakan fiskal, perhatian investor juga diarahkan pada kinerja BUMI. Dalam video tersebut disebutkan perusahaan telah mengalami perubahan kinerja setelah melakukan ekspansi dan akuisisi aset pertambangan di Australia.

Narasumber menilai masuknya kelompok usaha besar serta perubahan struktur bisnis menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat prospek BUMI.

Sejumlah rekomendasi sekuritas juga disebut berada pada posisi buy, hold, dan sell. Salah satu target harga yang disebut dalam analisis bahkan mencapai Rp525. Namun, angka tersebut merupakan target dari pihak yang dikutip dalam video dan bukan kepastian harga saham.

Strategi Trading Saham BUMI

Untuk perdagangan jangka pendek, narasumber menyebut area Rp200 sebagai salah satu level yang diperhatikan. Sementara itu, level Rp210 hingga Rp230 disebut sebagai area berikutnya yang perlu diamati apabila momentum penguatan berlanjut.

Untuk investor jangka panjang, narasumber menyarankan penggunaan strategi bertahap atau cicil pembelian, tetapi tetap menyesuaikan toleransi risiko masing-masing investor.

Dengan demikian, saham BUMI kini menghadapi dua faktor utama, yakni sentimen setelah pergantian Menteri Keuangan dan perkembangan fundamental perusahaan. Pergerakan berikutnya tetap dipengaruhi kondisi pasar, kinerja emiten, arus dana investor, serta kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Saham GOTO di Harga Rp50, Valuasi dan Turnaround Jadi Sorotan Investor

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinteerst
Suahasil Nazara BUMI saham tambang saham BUMI Purbaya Yudhi Sadewa