TRENGGALEK NJENGGELEK- Saham BUMI menjadi sorotan setelah mengalami koreksi dalam beberapa sesi perdagangan. Penurunan saham BUMI tersebut justru disebut diikuti aktivitas pembelian dalam jumlah besar oleh sejumlah broker. Analis dalam video tersebut menilai koreksi perlu dicermati karena pasar masih menunggu arah kebijakan Bank Indonesia serta perkembangan IHSG.
Saham BUMI Diklaim Masih Jadi Perhatian Investor
Dalam analisis yang disampaikan, penurunan saham BUMI dinilai sebagai bagian dari fase koreksi setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Narasumber menyebut terdapat aktivitas pembelian dalam jumlah besar pada sejumlah broker.
Salah satunya broker berkode SS yang disebut melakukan pembelian sekitar 1,1 juta lot. Selain itu, terdapat broker lain yang juga disebut melakukan akumulasi. Pada perdagangan berikutnya, aktivitas pembelian disebut kembali muncul dengan jumlah yang mencapai jutaan lot.
Namun, identitas pihak di balik transaksi tersebut tidak dapat diketahui secara langsung hanya berdasarkan kode broker. Narasumber menduga transaksi besar tersebut dapat berkaitan dengan aktivitas crossing atau perpindahan saham dalam jumlah besar.
Di sisi lain, investor ritel disebut masih mendominasi transaksi ketika kondisi pasar sedang sepi. Situasi tersebut berpotensi membuat pergerakan harga menjadi lebih mudah berfluktuasi.
Baca Juga: Morgan Stanley Borong Saham GOTO, Transaksi di Bawah Harga Rp50 Jadi Sorotan
IHSG dan Kebijakan BI Jadi Sentimen Pasar
Narasumber juga mengaitkan pelemahan saham BUMI dengan kondisi IHSG dan sikap investor yang menunggu kebijakan Bank Indonesia. Menurut analisis tersebut, sebagian investor memilih menahan dana tunai sambil melihat perkembangan kebijakan moneter.
Kondisi IHSG yang disebut berada di bawah sejumlah indikator teknikal juga menjadi perhatian. Narasumber menggunakan istilah dead cross untuk menggambarkan tekanan jual yang lebih besar dibandingkan minat beli.
Sementara itu, investor asing disebut belum agresif melakukan transaksi. Beberapa saham berkapitalisasi besar diklaim sempat mengalami tekanan jual, sedangkan sebagian investor besar memilih menunggu momentum yang dianggap lebih menarik.
Kondisi tersebut membuat volume transaksi pasar dinilai relatif rendah. Dalam situasi seperti ini, investor ritel dinilai perlu lebih memperhatikan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti pergerakan pasar.
Fundamental BUMI Masih Jadi Perhatian
Terlepas dari tekanan teknikal, narasumber menilai saham BUMI masih memiliki sejumlah faktor fundamental yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah kondisi laba bersih perusahaan yang disebut masih mencatatkan keuntungan.
Rasio utang terhadap ekuitas juga disebut masih dapat ditanggung. Selain itu, narasumber menyinggung ekspansi BUMI melalui aset logam di Australia sebagai salah satu faktor yang dinilai dapat mendukung prospek perusahaan.
Saham BUMI juga disebut memiliki likuiditas perdagangan yang cukup tinggi. Namun, seluruh penilaian tersebut merupakan analisis narasumber dan bukan jaminan terhadap arah harga saham berikutnya.
Level Saham BUMI yang Disorot
Dari sisi teknikal, narasumber menyebut area sekitar Rp180 sebagai salah satu level yang perlu diperhatikan. Jika tekanan berlanjut, terdapat kemungkinan harga menguji area sekitar Rp174 hingga Rp156 berdasarkan analisis yang disampaikan.
Sebaliknya, apabila terjadi pembalikan arah, sejumlah level seperti Rp190 dan Rp215 disebut sebagai area berikutnya yang menjadi perhatian. Untuk jangka lebih panjang, narasumber juga menyebut kisaran Rp249-Rp270 hingga Rp300 sebagai target analisis.
Namun, level tersebut merupakan proyeksi teknikal narasumber, bukan kepastian harga saham BUMI.
Bagi investor, strategi yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, baik jangka pendek, swing trading maupun jangka panjang. Manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan disiplin terhadap rencana transaksi menjadi hal yang ditekankan dalam analisis tersebut.
Baca Juga: Saham BUMI Usai Purbaya Dicopot, Investor Asing dan Transaksi Jumbo Jadi Sorotan
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest