TRENGGALEK NJENGGELEK- Saham Petro dan VKTR menjadi perhatian dalam analisis transaksi pasar setelah terdeteksi adanya aktivitas akumulasi dari sejumlah broker. Di tengah tekanan IHSG dan aksi jual investor asing, analis saham Jonathan Tamrin menilai kedua saham tersebut menarik untuk masuk daftar pantauan karena terdapat indikasi perpindahan barang dari investor ritel menuju pihak yang disebut sebagai smart money.
Jonathan menjelaskan, analisis transaksi dapat digunakan untuk mencari saham yang sedang mengalami akumulasi secara konsisten. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah aktivitas broker nonritel yang membeli dalam jumlah besar serta harga saham yang mulai mendekati rata-rata pembelian broker tersebut.
Saham Petro Dekat dengan Average Broker Pengakumulasi
Saham Petro menjadi sorotan utama karena memiliki nilai transaksi yang relatif besar sehingga tergolong likuid. Dalam analisis Jonathan, saham tersebut kembali menunjukkan aktivitas akumulasi setelah sebelumnya sempat mengalami distribusi.
Salah satu broker yang menjadi perhatian adalah HP. Berdasarkan perhitungan dalam analisis tersebut, broker HP disebut telah mengakumulasi saham Petro dengan nilai sekitar Rp304 miliar dan rata-rata harga sekitar Rp5.150.
Harga saham Petro yang berada di sekitar Rp5.325 dinilai sudah relatif dekat dengan average tersebut. Kondisi inilah yang membuat saham Petro kembali masuk radar watchlist.
Namun, Jonathan mengingatkan bahwa pergerakan jangka pendek masih berpotensi mengalami tekanan. Hal itu terlihat dari aliran dana asing dan big money yang pada sesi terakhir dalam analisis disebut masih keluar, sementara investor ritel justru tercatat masuk.
Secara teknikal, area sekitar Rp5.150 menjadi perhatian. Menurut analisis Jonathan, apabila harga mampu bertahan di area tersebut, peluang rebound masih terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah level psikologis tertentu dinilai perlu diwaspadai.
Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi, Analis Ungkap Target Rp18.775 dan Dampaknya ke IHSG
Bit Order Jadi Penentu Pergerakan Petro
Selain analisis broker, Jonathan menggunakan bit order untuk membaca kekuatan pembelian dan penjualan secara langsung. Ia menjelaskan bahwa jumlah lot dan frekuensi transaksi dapat memberikan gambaran mengenai karakter pelaku pasar.
Dalam pengamatannya terhadap Petro, transaksi dengan jumlah lot besar tetapi frekuensi relatif sedikit dianggap sebagai indikasi aktivitas big money. Sementara transaksi berulang dengan jumlah lot kecil dinilai lebih mencerminkan aktivitas ritel.
Pola tersebut juga digunakan untuk membaca kekuatan breakout. Ketika harga menembus resistance, Jonathan menilai breakout yang kuat seharusnya diikuti pergerakan cepat. Jika harga justru tertahan dan kembali menghadapi tekanan jual, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa breakout belum cukup kuat.
VKTR Masuk Watchlist dengan Dua Strategi
Selain Petro, saham VKTR juga disebut menarik untuk dipantau. Dalam analisis transaksi, VKTR menunjukkan akumulasi berulang, sementara investor ritel disebut melakukan pelepasan saham.
Aliran dana asing dan big money juga disebut mulai masuk. Namun, Jonathan menilai VKTR memiliki tantangan karena tren sebelumnya telah mengalami perubahan sehingga pergerakannya perlu dicermati lebih hati-hati.
Ada dua strategi yang dibahas. Pertama, menunggu harga mendekati area sekitar Rp776 jika terdapat indikasi support yang kuat. Kedua, menggunakan strategi buy on breakout dengan memperhatikan area Rp850-Rp860 sebagai level yang perlu ditembus.
Jonathan memperkirakan VKTR masih membutuhkan proses sebelum mampu bergerak naik secara agresif karena barang yang dimiliki investor ritel dinilai masih cukup banyak.
Akumulasi Broker Perlu Dikombinasikan dengan Teknikal
Analisis saham Petro dan VKTR tersebut menunjukkan bahwa aktivitas broker tidak berdiri sendiri. Jonathan menekankan pentingnya menggabungkan data akumulasi, broker action, broker trend, flow summary, serta analisis teknikal.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas broker bukan jaminan harga saham pasti naik. Timing masuk dan keluar, kondisi pasar, serta kemampuan membaca pergerakan harga tetap menjadi faktor penting dalam menentukan hasil transaksi.
Dengan pendekatan tersebut, saham yang menunjukkan akumulasi smart money dapat dijadikan bahan watchlist, tetapi keputusan transaksi tetap membutuhkan analisis lanjutan dan manajemen risiko.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Kembali Terkoreksi, MNC Sekuritas Ungkap 4 Saham yang Jadi Sorotan
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest