Batas Bawah Saham Rp1, Saham Gocap Bakal Hilang? Ini Dampaknya

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB
Batas bawah saham Rp1 berpotensi menghapus era saham gocap. Simak dampaknya terhadap harga, likuiditas, dan investor.
Batas bawah saham Rp1 berpotensi menghapus era saham gocap. Simak dampaknya terhadap harga, likuiditas, dan investor.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Batas bawah saham Rp1 menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah ketentuan harga minimum saham di pasar reguler. Kebijakan tersebut berpotensi mengakhiri era saham gocap atau saham dengan harga Rp50 sebagai batas terbawah. Perubahan ini dinilai dapat membuka ruang price discovery yang lebih luas, tetapi sekaligus membuat investor menghadapi risiko penurunan harga yang lebih besar.

Baca Juga: IHSG Tertekan hingga 7.000, Saham BBCA-BBRI Jadi Pemberat Utama

Saham Gocap Berpotensi Tak Lagi Jadi Batas Bawah

Selama ini, harga Rp50 dikenal investor sebagai batas bawah perdagangan saham di pasar reguler. Ketika harga sebuah saham telah mencapai level tersebut, penurunan lebih lanjut tidak dapat tercermin melalui mekanisme perdagangan reguler.

Dalam video tersebut, perubahan batas harga minimum dinilai dapat membuat harga saham bergerak lebih fleksibel. Bahkan, harga saham nantinya dapat turun hingga Rp1 sesuai dengan ketentuan baru yang direncanakan.

Perubahan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah saham yang bertahan di level Rp50 belum tentu mencerminkan nilai bisnis sebenarnya. Harga yang terkunci di batas bawah dapat membuat investor kesulitan mengetahui seberapa jauh harga saham masih berpotensi turun.

Pasar Nego Jadi Alternatif Transaksi

Salah satu contoh yang disoroti adalah saham GOTO. Dalam video, narasumber menjelaskan bahwa meskipun saham tersebut berada di level Rp50 pada pasar reguler, transaksi di pasar negosiasi dapat berlangsung pada harga berbeda.

Harga yang disebut dalam transaksi pasar nego bahkan berada jauh di bawah Rp50. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara harga yang terlihat di pasar reguler dengan harga yang terbentuk melalui mekanisme negosiasi.

Namun, transaksi di pasar nego memiliki mekanisme yang berbeda. Investor tidak selalu dapat melakukan transaksi secara langsung melalui aplikasi sekuritas seperti halnya perdagangan reguler. Dalam sejumlah kondisi, investor perlu menghubungi broker untuk melakukan transaksi.

Situasi tersebut dinilai dapat menjadi kendala bagi investor yang membutuhkan likuiditas dengan cepat.

Price Discovery Bisa Lebih Terbuka

Jika batas bawah saham Rp1 diterapkan, salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah proses price discovery menjadi lebih terbuka. Harga saham tidak lagi tertahan pada angka Rp50 sehingga tekanan jual dapat tercermin lebih jauh dalam harga pasar.

Narasumber dalam video menyebut perubahan tersebut berpotensi membuat beberapa saham mengalami penurunan tajam. Bahkan, terdapat kemungkinan saham tertentu bergerak ke level Rp1 atau Rp2 apabila tekanan jual sangat kuat.

Namun, penurunan harga tersebut tidak otomatis berarti kondisi perusahaan memburuk akibat aturan baru. Perubahan batas harga memungkinkan pasar menemukan harga yang dianggap lebih mencerminkan kondisi permintaan dan penawaran.

Bagi investor, kondisi itu juga dapat memberikan informasi tambahan untuk menilai apakah sebuah saham sedang diperdagangkan dengan harga yang terlalu tinggi atau justru sudah mengalami diskon.

Investor Perlu Siapkan Strategi Baru

Perubahan aturan harga minimum juga membuat investor perlu menyesuaikan strategi. Selama ini, level Rp50 dapat menjadi batas psikologis sekaligus batas teknis bagi saham-saham tertentu.

Ketika batas tersebut dibuka, risiko penurunan harga menjadi lebih besar. Investor tidak lagi dapat mengandalkan Rp50 sebagai batas terbawah dalam perdagangan reguler.

Di sisi lain, fleksibilitas harga dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh saham pada harga yang lebih rendah. Namun, keputusan tersebut tetap membutuhkan analisis terhadap fundamental, likuiditas, prospek bisnis, serta risiko masing-masing saham.

Narasumber juga menyebut investor asing selama ini menghadapi persoalan likuiditas pada sejumlah saham yang berada di level gocap. Dengan perubahan mekanisme, investor yang ingin keluar dari posisi saham memiliki lebih banyak ruang untuk menemukan harga transaksi.

Pada akhirnya, penghapusan batas bawah Rp50 bukan sekadar perubahan angka harga. Kebijakan tersebut dapat mengubah cara investor melihat risiko, likuiditas, dan valuasi saham. Karena itu, investor perlu memahami mekanisme baru sebelum mengambil keputusan ketika batas bawah saham Rp1 mulai diterapkan.

Baca Juga: IHSG di Bawah 6.000, BEI Buka Suara soal Tekanan Jual yang Makin Kuat

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
batas bawah saham Rp1 saham gocap pasar nego price discovery bursa efek indonesia