POGALAN, Radar Trenggalek - Kekeringan membuat sejumlah petani harus menyesuaikan pola tanam. Minimnya ketersediaan air untuk mengairi sawah membuat sebagian petani memilih tidak menanam padi dan beralih ke tanaman jagung. Langkah tersebut dilakukan agar lahan tetap produktif meski musim kemarau masih berlangsung.
Kondisi itu salah satunya dilakukan petani di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan. Lahan yang sebelumnya dapat digunakan untuk tanaman padi kini dimanfaatkan untuk menanam jagung. Komoditas tersebut dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan yang tidak mendapatkan pasokan air secara maksimal.
Petani Ngetal, Sugiman mengatakan, perubahan tanaman menjadi salah satu pilihan untuk menyiasati keterbatasan air.
Baca Juga: Modal Usaha Besar Masih Minim Investor Ditopang oleh UMK
Menurut dia, jika tetap memaksakan menanam padi ketika air sulit didapat, risiko tanaman mengalami kekeringan semakin besar. “Daripada sawah dibiarkan karena kekurangan air, lebih baik ditanami jagung. Memang tetap harus disiram, terutama ketika tanaman masih kecil, tetapi kebutuhan airnya lebih ringan dibandingkan padi,” ujar Sugiman.
Meski lebih tahan terhadap kondisi kering, tanaman jagung tetap membutuhkan air agar pertumbuhannya optimal. Karena itu, petani harus melakukan penyiraman secara berkala. Kondisi tersebut membuat biaya dan tenaga yang dikeluarkan petani ikut bertambah, terutama ketika sumber air berada cukup jauh dari lahan.
Bagi petani, pilihan menanam jagung bukan semata-mata karena mengejar keuntungan. Langkah tersebut menjadi bentuk adaptasi agar lahan pertanian tidak menganggur selama musim kemarau. Dengan tetap menanam, petani masih memiliki peluang memperoleh hasil panen sekaligus menjaga produktivitas lahan.
Baca Juga: Bebas Bocor, Revitalisasi Pasar Bendo Dikebut
Kekeringan memang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sejumlah wilayah Trenggalek saat musim kemarau. Keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan sumber air.
Perubahan pola tanam menjadi salah satu cara petani menghadapi kondisi tersebut. Tanaman palawija seperti jagung menjadi alternatif ketika budi daya padi sulit dilakukan. (Gun/c1/din)
Editor : Muhammad Fadli ArdiansyahSumber : RADAR TRENGGALEK