KOTA, Radar Trenggalek – Bulog harus terus menyiapkan opsi penambahan fasilitas pergudangan, termasuk di wilayah Bumi Menak Sopal, untuk memperkuat kapasitas penyimpanan beras dan bahan pangan.
Penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kebutuhan, terutama apabila kapasitas gudang yang tersedia mulai tidak mencukupi untuk mendukung kegiatan pengadaan dan distribusi.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, fasilitas pergudangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pengelolaan stok pangan. Karena itu, Bulog terus menyesuaikan kapasitas penyimpanan dengan perkembangan kebutuhan dan hasil pengadaan beras.
Baca Juga: Siasati Cuaca Ekstrem, Pembudi Daya Patin Tekan Kematian Ikan untuk Selamatkan Populasi
Menurut dia, saat ini Bulog masih memanfaatkan gudang milik sendiri maupun fasilitas hasil kerja sama dengan pihak lain. Salah satunya gudang milik PT Mutual Pangan Utama yang menjadi bagian dari Filial Bulog KP Karangsoko di Trenggalek.
“Fasilitas gubang ini memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton. Keberadaannya turut mendukung pengelolaan stok pangan untuk wilayah kerja kami (Tulungagung, Trenggalek, Blitar dan Kota Blitar, Red),” katanya.
Selain fasilitas yang sudah tersedia, Bulog juga menambah satu fasilitas pergudangan di wilayah Tulungagung. Penambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat daya tampung dalam mendukung kegiatan pengadaan sekaligus distribusi bahan pangan.
Yonas menegaskan, penambahan gudang tidak dilakukan secara otomatis setiap tahun. Bulog akan melihat terlebih dahulu kapasitas yang tersedia serta perkembangan kebutuhan pengadaan dan penyaluran pangan.
“Nanti sesuai kebutuhan. Kalau sudah cukup, kami tidak menambah lagi. Paling kami akan mempersiapkan kebutuhan untuk tahun depan,” katanya.
Baca Juga: Petani Ubah Pola Tanam
Kebutuhan kapasitas penyimpanan tersebut juga berkaitan dengan pola distribusi stok Bulog. Sebagian cadangan beras dari wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung dikirim ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan, di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Maluku. “Untuk membantu mengisi stok di wilayah defisit, kami juga mengirim beras ke NTT, Papua, dan Maluku,” ujar Yonas.
Distribusi antardaerah tersebut membuat stok beras di wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung ikut berkurang. Di sisi lain, kondisi itu memberikan ruang bagi gudang untuk kembali menampung hasil pengadaan berikutnya.
Dengan demikian, keberadaan dan kesiapan fasilitas pergudangan menjadi bagian dari strategi Bulog menjaga kesinambungan pengadaan serta distribusi pangan. Kapasitas gudang akan terus dievaluasi sehingga penambahan fasilitas dapat dilakukan ketika benar-benar diperlukan.
Bulog juga tengah mempersiapkan penyaluran bantuan pangan. “Pengelolaan kapasitas gudang ini kami harapkan dapat tetap mendukung kebutuhan penyaluran tersebut sekaligus memastikan stok hasil pengadaan dapat tersimpan dengan baik dan siap didistribusikan sesuai kebutuhan wilayah,” jelas Yonas.(jaz/c1/din)
Editor : Muhammad Fadli ArdiansyahSumber : RADAR TRENGGALEK