Trenggaleknjenggelek – Media sosial kembali memunculkan tren fenomenal yang tak hanya menyita perhatian nasional, tetapi juga mengguncang publik internasional.
Adalah "Aura Farming", istilah yang kini meroket berkat aksi memukau seorang bocah dalam tradisi Pacu Jalur, warisan budaya khas Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Fenomena ini berawal dari video TikTok yang memperlihatkan seorang anak menari penuh semangat di ujung perahu jalur.
Aksi tersebut sontak viral dan menjadi simbol dari istilah Aura Farming, yang menggambarkan momen ketika seseorang memancarkan karisma luar biasa layaknya protagonis dalam dunia nyata.
Secara harfiah, aura berarti pancaran energi atau pesona diri, sementara farming adalah proses membudidayakan.
Dalam konteks media sosial, Aura Farming merujuk pada momen di mana seseorang memancarkan daya tarik kuat, tampil penuh percaya diri, dan menjadi pusat perhatian.
Tren ini pertama kali muncul dari akun TikTok @h.chua_212 pada awal 2024, lalu menjalar menjadi istilah universal untuk menggambarkan aksi-aksi penuh gaya dan magnetisme yang memukau publik digital.
Sosok di balik ledakan Aura Farming adalah Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun asal Desa Pintu Gobang Kari, Kuantan Singingi.
Penampilannya yang ekspresif dan penuh percaya diri saat menari di perahu Pacu Jalur membuat jutaan warganet terpesona.
Ia pun dijuluki King of Aura Farming dan telah diangkat sebagai Duta Pariwisata Provinsi Riau.
Tidak hanya tampil di berbagai festival lokal, Dikha juga dijadwalkan tampil dalam Festival Pacu Jalur Nasional 2025, menegaskan posisinya sebagai ikon budaya yang lahir dari dunia maya.
Pacu Jalur sendiri adalah perlombaan perahu tradisional yang telah berakar kuat dalam budaya masyarakat Riau.
Setiap perahu diiringi anak-anak penari yang berfungsi menyemangati para pendayung.
Dalam video viral, gerakan dan ekspresi Rayyan menjadi representasi kuat dari warisan lokal yang dikemas dengan energi kontemporer.
Tren ini tak hanya disambut hangat di Indonesia. Klub sepak bola sekelas Paris Saint-Germain dan AC Milan turut membuat konten meniru gerakan Aura Farming. DJ ternama Steve Aoki pun ikut meramaikan tren ini.
Lagu Young Black & Rich milik Melly Mike, yang sering digunakan dalam latar video Aura Farming, ikut mendunia.
Melly Mike sendiri dijadwalkan hadir dalam Festival Pacu Jalur Agustus 2025 sebagai bentuk apresiasi atas dampak viral ini.
Tren ini membuktikan bahwa kekuatan budaya lokal jika dikemas dengan tepat dapat menjadi kekuatan global.
Bukan tidak mungkin, Aura Farming akan menjadi pelajaran penting dalam bagaimana dunia melihat Indonesia: dari akar budaya, ke panggung dunia, berkat satu momen, satu tarian, satu aura yang tulus. (kho)