Trenggaleknjenggelek - Film Sore: Istri dari Masa Depan kini tengah mendominasi layar bioskop Indonesia, dengan pencapaian 667 ribu lebih penonton hanya dalam waktu 7 hari.
Keberhasilan ini tak lepas dari elemen kunci yang menyentuh hati penonton: deretan lagu original soundtrack (OST) yang dipilih dengan sangat cermat.
Sutradara Yandy Laurens, yang dikenal dengan kemampuannya merangkai cerita yang kuat, memilih musik-musik yang tidak hanya mengiringi adegan, tetapi juga memperkuat emosi yang ada.
Lagu-lagu ini bukan hanya menjadi pengisi, tetapi juga berperan sebagai narator kedua yang berbicara langsung ke hati penonton.
1. Sentuhan Nostalgia oleh Adhitia Sofyan
Lagu “Lupakan Jakarta” yang legendaris kembali dipilih sebagai lagu pembuka film. Dirilis pada 2010, lagu ini memiliki melodi dan lirik yang langsung membawa penonton ke dalam atmosfer cerita, seperti fungsinya dalam serial terdahulu. Keputusan Yandy Laurens untuk memilih lagu ini terbukti tepat, karena ia berhasil menciptakan suasana yang memikat dan mengalir alami di setiap adegan.
2. Gaze oleh Adhitia Sofyan
Lagu ini juga berasal dari album yang sama. “Gaze” mengiringi momen pertemuan di tengah keramaian, berhasil menangkap perasaan dan tatapan penuh makna antara dua karakter utama, Jonathan (Dion Wiyoko) dan Sore (Sheila Dara). Lagu ini menambah kekuatan emosi pada adegan yang mendalam dan penuh harapan.
3. Energi Baru dan Tema Utama oleh Barasuara
Untuk memberikan nuansa yang lebih sinematik dan berbeda dari versi web, Yandy Laurens menambahkan lagu dari Barasuara. Energi baru ini terbukti krusial dalam membangun skala emosi yang lebih besar di layar lebar. Kehadiran Barasuara membawa dinamika dan kesegaran yang menyegarkan bagi film ini.
4. Pancarona
Lagu baru yang penuh semangat ini menjadi salah satu soundtrack utama dari film. Kehadirannya membantu cerita melangkah lebih jauh dari akar serialnya. Dirilis pada 2023, “Pancarona” mengiringi berbagai adegan yang krusial dan berhasil membangun tensi emosional hingga mencapai klimaksnya di film.
5. Penutup Manis oleh Sheila on 7
Sebagai penutup film, sebuah lagu legendaris dipilih untuk mengunci emosi penonton saat meninggalkan bioskop. Lagu ini menutup cerita dengan pesan yang mendalam, mengingatkan penonton akan perjalanan cinta Sore dan Jonathan yang abadi.
6. Hingga Ujung Waktu
Tembang klasik dari Sheila on 7 diputar saat kredit title mulai bergulir. Lagu ini menggambarkan janji cinta abadi yang terasa begitu selaras dengan kisah Sore dan Jonathan, memberikan penutup yang manis dan membekas di benak penonton. Kombinasi antara lagu-lagu familiar dan pilihan baru yang segar menonjolkan kejelian Yandy Laurens dalam meramu setiap elemen film.
Deretan soundtrack ini tidak hanya memberi atmosfer baru, tetapi juga menjadi elemen emosional yang menguatkan setiap momen dalam film. Musik ini berhasil membawa perjalanan cinta Sore dan Jonathan ke tingkat yang lebih mendalam dan membuatnya semakin berkesan.
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani