Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Film Believe Ramai Penonton, Kisah Anak Prajurit di Tengah Konflik Batin Menyentuh Hati

Betty Khasandra Pujayanti • Jumat, 25 Juli 2025 | 20:40 WIB

 

Poster film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian menampilkan nuansa militer dan emosional, menggambarkan kisah keluarga prajurit dalam latar Operasi Seroja.
Poster film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian menampilkan nuansa militer dan emosional, menggambarkan kisah keluarga prajurit dalam latar Operasi Seroja.
 

TRENGGALEKNJENGGELEK - Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian mencatat pencapaian luar biasa sejak hari pertama penayangannya, Kamis (24/7/2025).

Menurut siaran resmi dari rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, jumlah penonton di hari pembuka telah melampaui angka 100 ribu orang.

Capaian ini menandai antusiasme penonton terhadap film dengan latar militer yang dibalut drama keluarga.

Meski bergenre laga, film ini justru menyajikan pendekatan emosional yang kuat, membuatnya terasa dekat bagi banyak kalangan.

Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, film ini menampilkan deretan aktor papan atas seperti Ajil Ditto, Adinda Thomas, Wafda Saifan, Marthino Lio, dan Maudy Koesnaedi.

Believe tayang serentak di berbagai jaringan bioskop di Indonesia, mulai dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Platinum Cineplex, hingga bioskop daerah yang bekerja sama dengan distributor resmi.

Dari pantauan hari pertama, film ini menuai beragam komentar dari penonton.

Banyak yang terkejut karena ekspektasi mereka terhadap film perang berubah total setelah menyaksikan keseluruhan cerita.

Sebagian orang berkomentar bahwa cerita yang disajikan jauh lebih menyentuh dibanding ekspektasi awal terhadap film bertema militer.

Believe mengangkat kisah Agus, anak dari seorang prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam Operasi Seroja 1975.

Sejak kecil, Agus hidup dalam bayang-bayang ketidakhadiran ayahnya.

Kehilangan tersebut membentuknya menjadi remaja yang penuh kemarahan dan pencarian jati diri.

Perjalanan emosionalnya menjadi inti cerita, di mana penonton diajak menyelami bagaimana makna pengabdian seorang prajurit ternyata menyimpan luka dan cinta yang mendalam.

Cerita dalam film ini diadaptasi dari buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto berjudul Believe – Faith, Dream, and Courage, karya Valent Hartadi.

Kisah nyata ini dikemas dalam bentuk naratif yang tidak hanya mengangkat sisi heroik tentara, tetapi juga kompleksitas hubungan keluarga dalam konteks pengorbanan.

Respons datang dari berbagai latar belakang profesi. Seorang diplomat bernama Indra mengaku bisa memahami konflik batin yang dihadapi tokoh utama.

Ia mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai diplomat juga menuntut untuk sering meninggalkan rumah sehingga konflik serupa sering dirasakan.

Dari sisi produksi, film ini mendapat pujian atas penampilan pemain yang dianggap kuat dan natural.

Kualitas interaksi antartokoh juga mendukung kelancaran alur cerita. Chemistry antarpemain sangat terasa dan membuat cerita lebih hidup.

Tak hanya sisi emosional, adegan laga dalam film ini juga dinilai memuaskan. Detail dan intensitasnya tetap kuat meski tidak berlebihan, menjadikan film ini punya keseimbangan antara drama dan aksi.

Celerina Judisari, produser film, menyampaikan bahwa sambutan positif ini menjadi bukti bahwa cerita tentang keluarga dan pengabdian masih relevan bagi penonton Indonesia.

Baca Juga: Humor sebagai Pengalih Perhatian - Pada Film Joker (2019)

Ia menyatakan harapannya agar film ini dapat terus menjangkau lebih banyak penonton di hari-hari berikutnya.

Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian tayang di bioskop seluruh Indonesia. Tiket dapat dipesan lebih awal melalui aplikasi resmi jaringan bioskop untuk menghindari kehabisan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat, pesan yang menyentuh, dan produksi berkualitas, film ini menjadi salah satu rilisan lokal yang layak masuk daftar tontonan bulan Juli.

KENANG-KENANGAN: Rektor UTM Prof Dr Safi’ menyerahkan cenderamata kepada anggota BPK RI Fathan Subchi usai mengisi orasi ilmiah Kamis (24/7). (UTM UNTUK JPRM)
KENANG-KENANGAN: Rektor UTM Prof Dr Safi’ menyerahkan cenderamata kepada anggota BPK RI Fathan Subchi usai mengisi orasi ilmiah Kamis (24/7). (UTM UNTUK JPRM)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#wafda saifan #adinda thomas #ajil ditto #film indonesia #maudy koesnadi #Film Believe #film nasional