TRENGGALEKNJENGGELEK – Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian hadir sebagai salah satu tontonan nasional yang mengangkat tema sejarah militer Indonesia.
Latar utama dalam film ini merujuk pada peristiwa Operasi Seroja tahun 1975, salah satu operasi militer terbesar dalam sejarah TNI, yang ditampilkan dalam balutan drama keluarga.
Operasi Seroja merupakan langkah militer yang dilakukan Indonesia menuju Timor Timur pada 7 Desember 1975.
Operasi itu bukan sekadar penugasan tempur biasa, tetapi juga bagian dari dinamika geopolitik di Asia Tenggara saat itu.
Dalam Believe, peristiwa tersebut menjadi fondasi utama konflik naratif yang membentuk karakter tokoh-tokohnya.
Film ini menggambarkan bagaimana dampak operasi militer tidak hanya dirasakan di medan perang, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Pengambilan gambar dan alur cerita menyelami sisi emosional para prajurit dan keluarga mereka, yang kerap kali luput dari sorotan.
Suasana penuh ketegangan dan kehilangan digambarkan lewat sudut pandang seorang anak prajurit yang besar tanpa sosok ayah sejak kecil.
Berlatar tahun 1980-an, Believe menampilkan kondisi pascaoperasi di mana keluarga para prajurit yang gugur harus bertahan dalam duka dan menjalani kehidupan dengan ketegaran.
Salah satu fokus utama adalah bagaimana generasi muda menanggung dampak psikologis dari tugas besar negara yang dijalani oleh orang tua mereka.
Hal ini membuat film tersebut tak sekadar menampilkan sejarah, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang harga sebuah pengabdian.
Tanpa menampilkan adegan pertempuran besar-besaran, film ini tetap berhasil menyampaikan intensitas dan tensi dari masa tersebut.
Penggunaan latar lokasi, kostum militer, hingga arsip visual dari masa lalu menjadi elemen pendukung yang menguatkan suasana.
Beberapa adegan juga menampilkan penyampaian surat kematian kepada keluarga prajurit, dengan prosedur dan tata upacara militer yang akurat.
Dalam produksi film, tim kreatif tampak mengedepankan pendekatan humanis terhadap sejarah militer.
Tokoh-tokoh fiktif dalam cerita dikembangkan dengan latar belakang realistis berdasarkan pengalaman nyata dari keluarga militer.
Film ini menjadi semacam jembatan antara sejarah nasional dan generasi muda yang mungkin belum mengenal kisah Operasi Seroja secara utuh.
Believe juga membuka ruang edukasi lewat medium hiburan. Sebab, tidak banyak film Indonesia yang secara serius mengangkat tema militer dalam sejarah.
Kehadiran film ini bisa menjadi momentum untuk mengingat kembali dinamika TNI dalam menjaga stabilitas negara, serta konsekuensi yang muncul di baliknya.
Selain sebagai karya sinema, film ini dapat menjadi referensi awal bagi generasi sekarang untuk mengenal kembali Operasi Seroja.
Meski dikemas dalam fiksi, latar peristiwa dan nuansa zaman yang diangkat memiliki pijakan dokumenter yang kuat.
Dengan demikian, penonton bukan hanya disuguhi drama personal, tapi juga jejak sejarah yang membentuk perjalanan bangsa.
Film ini juga memperlihatkan bagaimana TNI memegang nilai-nilai kehormatan, disiplin, dan pengabdian, yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Melalui karakter Agus dan keluarganya, Believe memotret bagaimana trauma dan nilai perjuangan bisa menyatu dalam kehidupan sehari-hari, bahkan jauh setelah suara tembakan reda.
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani