Trenggaleknjenggelek – Di balik kilau panggung musik Indonesia awal 2000-an, nama Pinkan Mambo pernah bersinar lewat lagu Kekasih yang Tak Dianggap bersama Duo Ratu.
Namun, di tahun-tahun berikutnya, cahaya itu meredup.
Kini, Pinkan kembali menjadi sorotan, bukan karena musik, melainkan donat buatannya yang dijual dengan harga fantastis—hingga Rp10 juta per kotak isi 12.
Pinkan menyebut produknya “Donat Air Mata”. Nama itu, katanya, lahir dari pengalaman pribadi yang sarat cibiran.
“Donat ini melalui banyak hinaan dan ledekan. Makanya saya sebut Donat Air Mata,” ujarnya, Senin, 4 Agustus 2025.
Donat buatan Pinkan dipasarkan mulai Rp130 ribu. Untuk varian termurah ini, pembeli harus menunggu hingga dua pekan.
Sementara varian termahal, Rp10 juta, menggunakan enam jenis cokelat dari enam negara berbeda. Resepnya ia pelajari dari video di YouTube, setelah sebelumnya sukses menjual pisang goreng.
Pinkan mengaku pernah menerima pesanan 2.000 donat dalam sehari. “Tapi tangan aku cuma dua,” ujarnya sambil tertawa. Meski sempat mendapat kritik soal tekstur yang disebut mirip odading, Pinkan tidak patah arang.
Bagi Pinkan, donat ini adalah simbol kemandirian. Ia ingin keluar dari ketergantungan pada panggung hiburan dan menciptakan usaha yang memberi kesejahteraan.
“Aku afirmasi, donat ini akan punya ribuan konter di seluruh Indonesia, omzet miliaran,” katanya penuh keyakinan.
Perjalanan dari panggung musik ke dapur mungkin tampak ekstrem, tetapi bagi Pinkan, ini adalah transformasi yang membebaskan.
“Ini bukan sekadar jualan donat, tapi cerita hidup saya,” ujarnya. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani