Trenggaleknjenggelek – Media sosial kembali ramai dengan kisah Pinkan Mambo, penyanyi yang kini banting setir menjadi pengusaha donat.
Bukan sekadar donat biasa, produknya dibanderol mulai Rp130 ribu hingga Rp10 juta per kotak isi 12.
Video pembuatan donat tersebut beredar luas, memicu perdebatan di kalangan warganet.
Ada yang memuji kreativitas dan keberaniannya, ada pula yang mengkritik soal harga dan tekstur.
Beberapa komentar menyebut donat itu mirip odading, kue tradisional Jawa Barat.
Pinkan merespons santai. “Itu donat, bukan odading,” katanya. Ia justru memanfaatkan kontroversi ini untuk memperkuat branding. Hasilnya, pesanan membludak.
Untuk varian Rp130 ribu, pembeli harus menunggu hingga dua minggu.
Varian Rp10 juta menggunakan enam jenis cokelat dari enam negara berbeda, sebuah konsep yang menarik perhatian foodies dan kolektor kuliner unik.
Pinkan menamakan produknya “Donat Air Mata”, terinspirasi dari perjalanan hidup yang penuh tantangan.
Sebelum menjual donat, Pinkan lebih dulu sukses memasarkan pisang goreng. Resep donatnya ia temukan di YouTube.
Kini, ia bermimpi membangun ribuan gerai di seluruh Indonesia dengan omzet miliaran.
Fenomena ini membuktikan kekuatan viral marketing di era digital. Meski dibanjiri kritik, citra unik dan cerita personal membuat produk Pinkan terus dibicarakan.
Seperti pepatah dunia pemasaran: kontroversi kadang justru menjadi iklan gratis yang paling efektif. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani