Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Film Animasi Merah Putih One for All Tuai Kritik, Netizen Bandingkan dengan Demon Slayer

Bagus Setiawan • Minggu, 10 Agustus 2025 | 03:45 WIB

 

Poster film animasi Merah Putih One for All dan Demon Slayer (Gambar: X)
Poster film animasi Merah Putih One for All dan Demon Slayer (Gambar: X)

TRENGGALEKNJENGGELEK - Dunia maya sedang dihebohkan dengan kabar adanya penayangan film animasi berjudul Merah Putih One for All. 

Film ini akan dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025 di bioskop tanah air. 

Akan tetapi, belum sempat film itu tayang, ribuan warganet sudah membanjirinya dengan komentar miring. 

Baca Juga: Rekomendasi Film dan Drama Korea Terbaik Song Young-kyu yang Patut Ditonton Ulang

Dalam salah sebuah postingan di X menuliskan bahwa film animasi ini merupakan karya anak bangsa pertama yang bertemakan tentang kemerdekaan. 

“Katanya sih ini film animasi anak Indonesia pertama bertema kebangsaan”, tulis akun X @tanyakanrl dalam postingannya. 

Lebih lagi, akun tersebut menambahkan bahwa orang-orang yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi harus menonton film ini 

Baca Juga: Pecinta Film Merapat! Ini 10 Film Internasional yang Wajib Kamu Tonton Bulan Agustus 2025

“14 Agustus 2025 di bioskop! Dicatat ya teman-teman tanggalnya kalau kalian berjiwa nasionalis dan mendukung animasi/perfilman Indonesia,” lanjut akun tersebut sambil menambahkan emoji bendera merah putih di akhir kalimat.

Film berdurasi 80 menit ini menceritakan petualangan delapan anak dari berbagai latar budaya di Indonesia. 

Mereka menjalankan sebuah misi untuk mencari bendera pusaka yang hilang menjelang hari kemerdekaan. 

Baca Juga: Angkat Operasi Seroja 1975, Film Believe Bawa Sejarah Militer Indonesia ke Bioskop

Mengusung pesan moral seperti keberagaman, persatuan, dan semangat juang, film ini awalnya digadang-gadang sebagai kebangkitan animasi lokal.

Namun, alih-alih mendapatkan dukungan karena pesan nasionalismenya, film yang bahkan belum tayang ini justru menuai beragam kritikan dari warganet. 

Ada yang menilai bahwa visual dan grafik dari film ini sangat buruk. 

“Filmnya rilis di 2025 tapi desain dan covernya kyk VCD bajakan tahun 2000”, tulis akun @fik***

“Grafiknya kayak game yg dimainin bg windah durasi 10 menit” ketik akun @sou***

“animasi dari deepweb”, ketik akun @kur***. .

Bahkan, ada juga yang membandingkan film tersebut dengan animasi Demon Slayer yang kebetulan tanggal tayangnya sama, yaitu 14 Agustus 2025. 

“Dari posternya aja udh keliatan grafisnya, siap bersaing dengan demon slayer wkwk”,  celetuk akun @Faw*** dengan nada menyindir. 

“demon slayer jga ogah disaingin jir”, ketik akun @ext***.

“Si bro mau menyaingi demon slayer”, tulis akun @der***. 

UNIK: Penampilan dancer SMAN 1 Tabanan yang menampilkan tema PNS yang kerja dibawah tekanan namun akhirnya menemukan solusi.
UNIK: Penampilan dancer SMAN 1 Tabanan yang menampilkan tema PNS yang kerja dibawah tekanan namun akhirnya menemukan solusi.
Photo
Photo
Editor : Zaki Jazai
#bandingkan #netizen #Merah Putih One for All #kritik #film indonesia #film animasi #Demon Slayer