Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polemik Broken Strings Makin Panas: Robi Tremonti Bantah Surat Anulment, Tegaskan Nikah dengan Aureli Moremans Sah

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 16 Januari 2026 | 17:40 WIB

Polemik Broken Strings Makin Panas: Robi Tremonti Bantah Surat Anulment, Tegaskan Nikah dengan Aureli Moremans Sah
Polemik Broken Strings Makin Panas: Robi Tremonti Bantah Surat Anulment, Tegaskan Nikah dengan Aureli Moremans Sah

TRENGGALEK NJENGGELEK -Polemik seputar buku Broken Strings Aureli Moremans terus bergulir dan kian menyita perhatian publik. Setelah kisah masa lalu pernikahan Aureli Moremans diungkap lewat buku elektronik tersebut, kini giliran pesinetron Robi Tremonti yang buka suara panjang lebar. Ia menanggapi isu sah atau tidaknya pernikahan mereka di mata Gereja Katolik, termasuk soal surat pembatalan atau annulment yang ramai diperbincangkan.

Buku Broken Strings sebelumnya menggemparkan jagat maya karena memuat narasi pengalaman personal Aureli Moremans. Dalam perkembangannya, Aureli juga sempat mengunggah momen pernikahan terbarunya dengan sang suami saat ini. Unggahan tersebut ditafsirkan warganet sebagai penegasan bahwa pernikahan terkininya adalah satu-satunya yang sah secara Katolik.

Anulment dan Pernikahan Katolik

Dalam diskursus publik, muncul penjelasan mengenai konsep annulment dalam Gereja Katolik. Anulment merupakan pernyataan gereja bahwa suatu pernikahan dianggap tidak pernah sah sejak awal. Artinya, jika gereja telah mengeluarkan surat pembatalan dan izin menikah kembali, maka pernikahan sebelumnya dinilai tidak pernah ada secara kanonik.

Penjelasan ini memicu spekulasi bahwa pernikahan Aureli Moremans dan Robi Tremonti di masa lalu telah dibatalkan oleh gereja. Namun, Robi Tremonti dengan tegas membantah narasi tersebut.

Robi Tremonti Bantah Terima Surat Pembatalan

Saat ditemui awak media, Robi menyatakan dirinya tidak pernah menerima surat annulment atau undangan dari pengadilan gereja terkait pembatalan pernikahan. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam proses pembatalan secara gerejawi.

“Kalau dari saya, tidak pernah. Tidak ada pengadilan gereja, tidak ada undangan, dan tidak pernah ada pembatalan,” ujar Robi.

Ia juga mengungkap bahwa beberapa tahun lalu Aureli sempat menghubunginya untuk membahas kemungkinan pembatalan pernikahan. Menurut Robi, dalam komunikasi tersebut Aureli disebut memintanya ikut mengurus proses anulment, yang mensyaratkan adanya narasi dari kedua belah pihak.

Klaim Keberatan atas Proses Anulment

Robi mengaku keberatan dengan permintaan tersebut. Ia menilai bahwa dalam proses anulment, dirinya diminta menuliskan narasi yang tidak sesuai dengan versinya, termasuk tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Saya disuruh menulis sesuatu yang tidak pernah saya lakukan. Itu tidak mungkin saya lakukan,” katanya.

Robi menegaskan bahwa hingga kini tidak ada keputusan resmi gereja yang menyatakan pernikahannya dengan Aureli tidak sah. Ia pun mempertanyakan narasi yang beredar di ruang publik dan meminta agar klaim-klaim tersebut dapat dibuktikan secara faktual.

Bantah Tuduhan Pemaksaan Pernikahan

Tak hanya soal keabsahan pernikahan, Robi juga menanggapi dugaan bahwa Aureli menikah di bawah tekanan atau ancaman dari keluarganya. Tuduhan tersebut sebelumnya mengemuka dan dikaitkan dengan isi buku Broken Strings.

Robi membantah keras dugaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam pernikahan Katolik terdapat proses penyelidikan kanonik yang ketat. Dalam tahapan ini, masing-masing calon mempelai diwawancarai secara terpisah oleh romo atau pastor untuk memastikan tidak ada paksaan, ancaman, atau tekanan.

“Kalau ada ancaman atau pemaksaan, pernikahan itu tidak akan dilanjutkan. Pastor akan melaporkan dan pernikahan dibatalkan sebelum terjadi,” ujarnya.

Tegaskan Usia Aureli Saat Menikah

Robi juga meluruskan isu usia Aureli saat menikah. Ia menyebut pernikahan mereka berlangsung pada 10 Oktober 2011. Dengan tanggal lahir Aureli pada 8 Agustus 1993, Robi menegaskan bahwa Aureli telah berusia 18 tahun lebih dua bulan saat menikah.

Ia bahkan menunjukkan bukti berupa robekan kalender lama dan dokumen pendukung untuk menegaskan tanggal pernikahan tersebut. Menurutnya, hal ini penting untuk meluruskan anggapan bahwa pernikahan tersebut terjadi saat Aureli masih di bawah umur.

Potensi Jalur Hukum

Di sisi lain, Aureli diketahui sempat mengunggah percakapan dengan kecerdasan buatan yang membahas potensi hukum jika seseorang menggunakan dokumen pernikahan yang tidak sah sebagai dasar klaim. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa penggunaan dokumen tidak berlaku dapat berujung pada tuduhan pencemaran nama baik.

Hal ini memunculkan spekulasi bahwa polemik Broken Strings Aureli Moremans berpotensi berlanjut ke ranah hukum. Menanggapi hal itu, Robi menyatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan isi buku selama dapat dipertanggungjawabkan secara faktual.

“Buku ini bagus untuk edukasi. Tapi kalau narasinya dikaitkan dengan fakta, tentu harus bisa dibuktikan,” katanya.

Polemik ini pun masih terus bergulir, menempatkan publik di tengah dua versi cerita yang saling bertentangan terkait pernikahan Aureli Moremans dan Robi Tremonti.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Polemik Pernikahan Aureli #Buku Broken Strings #Robi Tremonti #Anulment Pernikahan Katolik #Broken Strings Aureli Moremans