JAKARTA - Roby Tremonti buka suara soal polemik 16 tahun yang kembali mencuat di ruang publik hingga meminta Denny Sumargo undang klarifikasi.
Melalui pernyataan emosional namun terukur, Roby Tremonti menyampaikan permohonan agar konflik lama soal polemik 16 tahun tersebut tidak lagi digiring ke arah kebencian dan drama berkepanjangan.
Ia menegaskan bahwa tujuannya hanya satu, yakni Roby Tremonti soal polemik 16 tahun tersebut agar tidak berkepanjangan dan bisa memulihkan nama baiknya dan melindungi keluarganya dari sorotan yang berlebihan.
Dalam pernyataannya, Roby buka suara soal polemik 16 tahun dengan menyebut nama Denny Sumargo sebagai figur publik yang ia kagumi.
Roby berharap bisa diberi ruang klarifikasi lebih panjang, termasuk jika diundang ke podcast milik Denny Sumargo.
Menurutnya, klarifikasi terbuka penting agar publik memahami duduk perkara tanpa asumsi dan opini sepihak.
Roby menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menjatuhkan pihak lain, termasuk Aurelie yang selama ini ikut terseret dalam polemik.
Ia menyebut permasalahan yang terjadi sudah jelas dan seharusnya tidak lagi dikembangkan menjadi konflik baru.
“Once for all, sudah selesai,” tegasnya, sembari meminta publik berhenti menyenggol isu lama tersebut.
Minta Keluarga Tak Disorot, Terutama Sang Ibu
Salah satu poin paling emosional dalam pernyataan Roby adalah permintaannya agar keluarganya, terutama sang ibu, tidak lagi disorot atau diseret ke dalam pusaran komentar publik.
Ia mengaku keluarganya hanya ingin hidup tenang, jauh dari hujatan dan asumsi yang tidak berdasar.
Roby mengungkapkan bahwa dirinya sudah terlalu lama menanggung beban sosial akibat tuduhan tanpa bukti.
Ia menyebut pernah menerima ribuan komentar negatif dalam waktu singkat, meski tidak ada fakta hukum yang membuktikan tuduhan tersebut.
Roby Tremonti sangat memengaruhi kehidupan dan pekerjaannya.“Bayangkan dihujat 2.500 komentar tanpa bukti apa pun,” ungkap Roby.
Ia meminta netizen dan publik figur untuk lebih bijak, terutama dalam menyikapi isu lama yang sebenarnya telah selesai secara hukum maupun moral.
Tegaskan Tak Ada Drama, Hukum Sudah Jelas
Dalam klarifikasinya, Roby buka suara soal polemik 16 tahun juga menyinggung aspek hukum. Ia menegaskan bahwa fakta-fakta sudah jelas dan bisa dilihat secara objektif.
Roby bahkan menyebut pengacara pun dapat menilai bahwa perkara tersebut tidak lagi memiliki dasar untuk diperdebatkan.
Ia menyayangkan masih adanya drama-drama lanjutan yang justru memperkeruh situasi.
Roby berharap semua pihak menghormati proses yang sudah berjalan dan tidak lagi membangun narasi yang dapat memicu konflik baru di media sosial.
Roby Tremonti juga menyampaikan bahwa dirinya harus terus bekerja dan menanggung tanggung jawab hidup.
Oleh karena itu, pemulihan nama baik menjadi hal krusial agar ia bisa menjalani kehidupan secara normal tanpa bayang-bayang stigma masa lalu.
Baca Juga: BTS Comeback World Tour Resmi Dimulai April 2026, Album Baru 14 Lagu Rilis Maret Usai Hiatus 4 Tahun
Doa untuk Aurelie Maoeremans dan Penegasan Soal Kehamilan
Menariknya, Roby turut menyampaikan doa baik untuk Aurelie yang kini tengah hamil.
Ia secara tegas menyatakan tidak ingin pernyataannya dipelintir seolah menyerang kondisi tersebut.
Roby menekankan bahwa bayi yang dikandung Aurelie tidak tahu apa-apa dan harus dijaga dari energi negatif.
Ia mengimbau agar Aurelie lebih fokus pada kesehatan dan kehamilannya, serta tidak lagi terlibat dalam polemik yang menurutnya sudah selesai.
Sikap ini, kata Robi, bukan bentuk pencitraan, melainkan wujud nilai yang ia pegang sebagai umat Katolik, yakni cinta kasih dan pengampunan.
Harapan Terakhir: Hentikan Polemik
Di akhir pernyataannya, Roby buka suara soal polemik 16 tahun dengan satu harapan besar, agar tidak ada lagi pihak yang memancing konflik baru.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi ini adalah yang terakhir dan meminta semua pihak menghormatinya.Roby Tremonti menutup klarifikasi dengan nada tegas namun damai.
Jika polemik kembali diungkit, ia mengaku siap menghadapi konsekuensinya, namun tetap berharap hal tersebut tidak terjadi.
Bagi Robi, hidup tenang dan terbebas dari drama adalah tujuan utama yang ingin ia capai setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan publik. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah