BANDUNG – Sebuah kisah horor kembali menyita perhatian warganet setelah dibagikan dalam kanal YouTube bertema Kisah Horor Warga (KHW) edisi spesial Ramadan.
Cerita ini mengungkap pengalaman mencekam seorang perempuan bernama Ninis, warga Bandung, yang mengaku mengalami rangkaian teror misterius berujung peristiwa kesurupan massal saat acara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus 2022.
Kisah bermula dari aktivitas harian Ninis yang bekerja sebagai staf tata usaha di sebuah sekolah. Setiap pagi, ia harus menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dengan sepeda motor dan melewati kawasan hutan yang sepi.
Pada suatu pagi di awal Agustus 2022, Ninis merasakan firasat tidak biasa, seolah ada sosok yang mengikutinya.
Saat menengok spion, ia mengaku melihat sosok berjubah hitam yang terus mengekor dari belakang.
Diliputi rasa takut, Ninis mempercepat laju motornya sambil membaca doa. Sosok tersebut baru menghilang setelah ia melewati area hutan.
Kejadian serupa tak berhenti di situ. Selama tujuh hari berturut-turut, sosok berjubah hitam itu terus muncul di lokasi yang sama, meski tidak pernah melakukan kontak fisik.
Tak lama setelah rangkaian kejadian tersebut, Ninis mengaku menjadi lebih sensitif terhadap kehadiran hal-hal tak kasat mata.
Puncaknya terjadi pada 16 Agustus 2022, saat kampungnya menggelar pawai tahunan memperingati Hari Kemerdekaan.
Dalam acara itu, Ninis bertugas sebagai perias wajah peserta pawai.
Di tengah keramaian, perhatian Ninis tertuju pada seorang perempuan berparas sangat cantik yang mengenakan busana penari jaipong lengkap dengan selendang merah.
Penampilannya dinilai mencolok karena riasannya terlihat sempurna dan tidak luntur, meski cuaca panas dan acara berlangsung cukup lama. Anehnya, tak satu pun warga kampung yang dikenalnya mengenal perempuan tersebut.
Keesokan harinya, 17 Agustus 2022, Ninis kembali melihat sosok serupa saat arak-arakan di sekitar sekolah tempatnya bekerja.
Kali ini, perempuan itu mengenakan busana jaipong dengan warna berbeda, namun model dan atributnya nyaris identik.
Dalam beberapa hari berikutnya, Ninis mengaku melihat perempuan-perempuan berbeda dengan kostum jaipong yang seragam di lokasi berbeda, mulai dari kampung, sekolah, hingga pinggir jalan.
Rangkaian kejadian ganjil itu mencapai klimaks pada 20 Agustus 2022, saat digelar pentas seni di kampung Ninis.
Ia ditunjuk secara mendadak menjadi pembawa acara. Sejak sore hingga malam, Ninis kembali melihat perempuan berbaju jaipong merah berada di antara penonton, bahkan sempat menatapnya dengan ekspresi tidak bersahabat.
Malam itu, acara berlanjut hingga larut dengan penampilan musik dan hiburan warga. Menjelang tengah malam, sejumlah warga meminta panitia untuk memutar sebuah lagu daerah populer.
Ninis yang berada di atas panggung mengaku tiba-tiba merasakan kondisi tubuhnya tidak normal, mulai dari gemetar hebat hingga rasa berat di leher.
Di tengah suasana tersebut, dua perempuan cantik berpakaian penari jaipong tiba-tiba naik ke atas panggung dan ikut menari.
Dengan gerakan selendang mereka, dua orang di atas panggung mendadak mengalami kesurupan.
Ninis mengaku melihat langsung sosok perempuan berselendang merah dan hijau itu seolah “masuk” ke tubuh korban.
Tak berhenti di situ, seorang panitia lain juga mengalami kondisi serupa.
Yang membuat situasi semakin aneh, penonton sama sekali tidak menyadari kejadian tersebut dan tetap menikmati hiburan seperti biasa.
Lagu yang diputar pun terus diulang hingga dini hari.
Setelah acara usai, Ninis pulang ke rumah dalam kondisi lemas. Sesampainya di rumah, ia sempat pingsan di dekat kamar mandi dan baru sadar beberapa saat kemudian. Kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam baginya.
Kisah ini kembali viral setelah dibagikan ulang dalam versi lengkap di YouTube dan menuai beragam reaksi warganet. Sebagian mengaitkannya dengan kepercayaan lokal, sementara lainnya menganggapnya sebagai pengingat agar masyarakat tetap waspada dan menjaga etika dalam setiap kegiatan, terutama yang melibatkan acara besar dan keramaian.
Editor : Eka Putri Wahyuni