JAKARTA - Kabar meninggal Vokalis Band Element Lucky Widjaya mendadak usia 50 tahun mengejutkan keluarga dan kerabat almarhum.
Almarhum Lucky Widjaya yang selama ini dikenal tertutup dan jarang mengeluh soal kondisi kesehatannya itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 22.20 WIB, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Informasi wafatnya almarhum Lucky Widjaya baru diketahui pihak keluarga sekitar pukul 23.00 WIB.
Keterlambatan kabar tersebut menambah suasana duka mendalam, lantaran sebagian keluarga tidak menyangka kondisi kesehatan almarhum akan memburuk begitu cepat.
Padahal, almarhum Lucky Widjaya di luar masih tampak beraktivitas normal dan terlihat kondisinya sehat.
Menurut keterangan keluarga, meninggal mendadak usia 50 tahun ini diduga kuat berkaitan dengan komplikasi penyakit ginjal yang telah diderita almarhum selama satu hingga dua tahun terakhir.
Dalam kondisi normal, almarhum dijadwalkan menjalani prosedur cuci darah pada hari Jumat.
Namun, kondisi tubuhnya tiba-tiba drop sehingga jadwal tersebut harus ditunda hingga Sabtu.
Riwayat Penyakit Ginjal yang Tak Banyak Diketahui
Selama ini, almarhum dikenal sebagai sosok yang mandiri dan tidak pernah membicarakan kondisi kesehatannya secara terbuka.
Bahkan, keluarga mengaku tidak pernah diberi tahu saat almarhum menjalani pemeriksaan atau perawatan medis.
“Dia orangnya enggak pernah cerita. Kami enggak tahu kalau dia ke rumah sakit atau dirawat,” ungkap salah satu kerabat.
Penyakit ginjal yang dialami almarhum sudah berlangsung cukup lama. Namun, gejala serius baru terasa menjelang akhir tahun.
Pada momen tahun baru, saat berada di Kalimantan, almarhum mulai mengeluhkan sesak napas yang tidak biasa.
Keluhan tersebut awalnya dianggap ringan. Namun, kondisi itu terus berulang dan semakin parah hingga akhirnya membuat almarhum kesulitan beraktivitas secara normal.
Sempat Masuk IGD dan Dipompa Alat Medis
Kondisi almarhum terus menurun hingga akhirnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Minggu.
Di ruang IGD, almarhum mendapatkan penanganan intensif dan sempat dipasangi alat bantu untuk menopang fungsi tubuhnya.
Meski demikian, upaya team medis tersebut belum mampu menyelamatkan nyawanya.
Dugaan sementara dari pihak keluarga menyebutkan bahwa penyakit ginjal naik ke jantung, menyebabkan gangguan serius pada organ vital dan berujung pada kematian.
“Dari ginjalnya sudah naik ke jantung,” ujar kerabat almarhum Lucky Widjaya.
Kondisi tersebut kerap terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal kronis, terutama jika penanganan seperti cuci darah tidak bisa dilakukan tepat waktu akibat kondisi tubuh yang melemah.
Aktivitas Normal hingga Detik Terakhir
Yang membuat meninggal mendadak usia 50 tahun ini begitu mengejutkan, almarhum masih terlihat mampu beraktivitas seperti biasa sebelum kondisinya kritis.
Ia bahkan masih berjalan kaki sendiri, datang ke lokasi perawatan tanpa ditemani, dan menunggu pemeriksaan seorang diri.
Sikap mandiri itulah yang membuat orang-orang di sekitarnya tidak pernah menyangka bahwa almarhum menyimpan penyakit serius.
Tidak ada tanda-tanda mencolok yang menunjukkan kondisinya sangat berisiko. “Dia masih jalan sendiri, nunggu sendiri. Orang enggak bakal nyangka,” kata keluarga.
Duka Mendalam Keluarga dan Kerabat
Kepergian almarhum di usia yang relatif masih produktif meninggalkan duka mendalam.
Prosesi pengurusan jenazah berlangsung sederhana, dengan keluarga memilih tidak menggunakan kendaraan dan hanya membawa perlengkapan seperlunya.
Ucapan duka dan doa mengalir dari kerabat serta orang-orang yang mengenal almarhum.
Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka, Mpok Alpa Tutup Usia Usai Berjuang Lawan Kanker
Mereka mengenang almarhum sebagai pribadi pendiam, bertanggung jawab, dan tidak ingin merepotkan orang lain, bahkan dalam kondisi sakit.
Kasus meninggal mendadak usia 50 tahun ini menjadi pengingat penting akan bahaya penyakit ginjal yang sering kali berkembang tanpa gejala berat di awal.
Pemeriksaan rutin dan keterbukaan terhadap kondisi kesehatan dinilai krusial untuk mencegah komplikasi fatal. (*)