JAKARTA – Totalitas akting demi sebuah peran sering kali menuntut artis melakukan hal di luar keseharian mereka. Di dunia sinetron dan film Indonesia, tak sedikit aktor dan aktris non-Muslim yang harus memerankan tokoh Muslim. Bahkan, ada yang sampai melakukan adegan salat, mengaji, hingga mengenakan hijab atau mukena. Alhasil, publik kerap salah paham dan mengira mereka benar-benar pindah agama.
Fenomena ini kembali ramai dibicarakan setelah muncul pembahasan mengenai 7 artis Kristen pura-pura jadi Islam di film dan sinetron. Padahal, para artis tersebut tetap memeluk agama Kristen dalam kehidupan nyata. Berikut daftar lengkapnya.
Giorgino Abraham
Giorgino Abraham lahir di Spijkenisse, Belanda, pada 30 November 1994. Aktor tampan ini merupakan anak sulung dari pasangan Geoffrey Abraham dan Viby Anggraini. Sejak kecil, Giorgino diketahui memeluk agama Kristen.
Namun dalam perjalanan kariernya, Gio kerap dipercaya memerankan tokoh Muslim. Salah satunya dalam sinetron Love Story The Series yang tayang di SCTV. Aktingnya yang natural membuat banyak penonton mengira Giorgino benar-benar beragama Islam.
Natasha Wilona
Natasha Wilona lahir di Jakarta pada 15 Desember 1998 dan dibesarkan dalam keluarga beragama Kristen. Putri dari Theresia dan Didi Setiadi ini sudah terjun ke dunia hiburan sejak usia belia.
Dalam sejumlah sinetron, Natasha Wilona kerap memerankan karakter Muslimah. Ia bahkan beberapa kali tampil mengenakan hijab. Tak heran jika publik sering menduga mantan kekasih Verrell Bramasta ini telah menjadi mualaf, padahal anggapan tersebut keliru.
Felicia Angelista
Felicia Angelista atau Felicya Angelista lahir di Jakarta pada 2 November 1994. Namanya melejit lewat sinetron Dunia Terbalik. Felicya diketahui beragama Kristen.
Menariknya, dalam sinetron tersebut Felicya memerankan karakter Muslimah bernama Tuti. Ia tampil mengenakan hijab, melakukan adegan salat, hingga mengaji. Totalitasnya dalam peran membuat banyak penonton yakin ia benar-benar Muslim.
Stefan William
Stefan William lahir di California, Amerika Serikat, pada 11 Agustus 1993. Aktor ini diketahui memeluk agama Kristen. Dalam kariernya, Stefan kerap dipercaya memerankan tokoh pria Muslim.
Bahkan, ia sering dikabarkan menjadi mualaf karena terlihat lancar membaca doa dan ayat suci Alquran dalam sinetron. Namun hingga kini, Stefan William tetap menganut agama Kristen.
Celine Evangelista
Celine Evangelista lahir di Roma, Italia, pada 2 April 1992. Aktris berdarah Italia-Indonesia ini juga beragama Kristen. Dalam beberapa judul sinetron dan film, Celine pernah memerankan karakter Muslimah.
Aktingnya yang meyakinkan kembali memicu asumsi publik bahwa ia berpindah keyakinan. Faktanya, peran tersebut murni tuntutan profesional sebagai aktris.
Amanda Manopo
Amanda Gabriella Manopo Lugue lahir di Jakarta pada 6 Desember 1999 dan memeluk agama Kristen. Namanya melejit lewat sinetron Ikatan Cinta.
Dalam sinetron tersebut, Amanda berperan sebagai Andin, seorang Muslimah taat. Ia bahkan harus melakukan adegan salat dan mengenakan mukena. Totalitas perannya membuat banyak penonton percaya Amanda adalah seorang Muslim, padahal tidak demikian.
Jessica Mila
Jessica Mila Agnesia lahir di Langsa, Aceh, pada 3 Agustus 1992. Ia memiliki darah campuran Belanda-Manado dari sang ibu dan Solo dari ayahnya. Jessica diketahui beragama Kristen.
Jessica Mila pernah memerankan karakter gadis Muslimah dalam film Mengejar Surga. Demi mendalami peran, ia bahkan belajar membaca Alquran agar aktingnya terlihat natural. Peran tersebut membuat sebagian publik salah mengira agama yang dianutnya.
Akting Totalitas dan Salah Persepsi Publik
Fenomena 7 artis Kristen pura-pura jadi Islam di film dan sinetron menunjukkan betapa kuatnya pengaruh peran terhadap persepsi publik. Adegan ibadah yang ditampilkan di layar kaca sering dianggap sebagai cerminan kehidupan pribadi.
Padahal, bagi para artis, peran tersebut adalah bagian dari profesionalisme dan tuntutan akting. Kisah ini menjadi pengingat bahwa agama adalah ranah personal yang tidak selalu bisa disimpulkan dari karakter yang dimainkan di layar.
Editor : Dyah Wulandari