JAKARTA – Perayaan Natal 2025 tinggal menghitung hari. Momen ini biasanya menjadi waktu istimewa bagi para artis yang beragama Kristen untuk berkumpul bersama keluarga dan menjalani ibadah Natal. Namun, ada sejumlah artis yang tak lagi merayakan Natal karena mualaf, setelah memutuskan berpindah keyakinan dan memeluk agama Islam melalui perjalanan spiritual yang panjang.
Keputusan tersebut tentu menarik perhatian publik. Pasalnya, sebagian dari mereka dikenal cukup religius dan rutin merayakan Natal di tahun-tahun sebelumnya. Perubahan keyakinan ini pun menandai babak baru dalam kehidupan para selebriti tersebut.
Ruben Onsu, Tahun Pertama Tak Rayakan Natal
Nama Ruben Onsu menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Presenter dan pengusaha ini dikenal aktif beribadah sebagai seorang Kristen dan selalu merayakan Natal bersama keluarganya. Namun Natal 2025 menjadi tahun pertama Ruben tak lagi merayakannya.
Ruben Onsu resmi menjadi mualaf pada Senin, 31 Maret 2025, bertepatan dengan hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah. Keputusan tersebut diumumkan melalui media sosial. Ruben mengaku sengaja menunda pengumuman demi fokus beribadah. Setelah memeluk Islam, ia bahkan langsung menunaikan ibadah umrah dan haji.
Dr. Richard Lee, Mualaf yang Disimpan Dua Tahun
Publik figur sekaligus dokter kecantikan, Dr. Richard Lee, juga masuk dalam daftar artis yang tak lagi merayakan Natal karena mualaf. Ia sebenarnya telah memeluk Islam sejak dua tahun lalu, namun baru mengumumkannya ke publik pada Maret 2025.
Richard Lee mengungkapkan bahwa keputusan ini lahir dari proses perenungan panjang. Meski sukses secara materi, ia merasa ada kekosongan batin. Dalam perjalanannya, ia belajar Islam dengan bimbingan Ustaz Deri Sulaiman dan Ustaz Felix Siauw. Demi menjaga perasaan keluarga, status mualafnya sempat dirahasiakan sebelum akhirnya disampaikan secara perlahan.
Bobon Santoso hingga Willy Salim
YouTuber kuliner Bobon Santoso resmi menjadi mualaf pada 10 Maret 2025 di Masjid Annimah, Cibubur. Proses syahadatnya dipandu Ustaz Deri Sulaiman. Keputusan Bobon disebut turut dipengaruhi lingkungan keluarga, termasuk sang adik yang lebih dulu memeluk Islam.
Sementara itu, kabar mualafnya konten kreator muda Willy Salim mencuat lewat pernyataan Ustaz Deri Sulaiman dalam sebuah podcast. Meski belum diumumkan langsung oleh Willy, ia disebut telah bersyahadat dan aktif belajar Islam. Kedekatannya dengan komunitas muslim serta keterlibatan dalam kegiatan sosial keagamaan semakin menguatkan kabar tersebut.
Celine Evangelista Tunjukkan Keseriusan
Aktris Celine Evangelista juga tak lagi merayakan Natal setelah resmi menjadi mualaf. Ia mengumumkan keputusannya pada 13 Maret 2025 saat menjalankan ibadah umrah. Meski baru terbuka ke publik, Celine mengaku telah mempelajari Islam sejak 2017.
Celine kini semakin aktif mengikuti kajian, termasuk yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal. Bahkan, ia telah memutuskan mengenakan hijab sebagai bentuk keseriusannya mendalami Islam.
Elma Agustin hingga Stepen Wongso
Mantan personel girl group Princess, Elma Agustin, mengumumkan dirinya menjadi mualaf melalui media sosial. Ia membagikan momen salat Idul Fitri dan Lebaran bersama keluarga. Elma memutuskan masuk Islam pada Februari 2025, menjelang pernikahannya dengan Ihsanul Fatlur Rahman.
Konten kreator Stepen Wongso juga resmi menjadi mualaf pada 23 Maret 2025. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan Ustaz Felix Siauw. Stepen menegaskan keputusannya bukan karena pernikahan, melainkan hasil pergulatan batin panjang akibat berbagai masalah hidup.
Kristian Sugiono Mulai Terbuka
Nama Kristian Sugiono lama diisukan telah memeluk Islam. Meski sebelumnya masih terlihat merayakan Natal, publik kini semakin yakin setelah Kristian menjalankan ibadah umrah bersama istrinya, Titi Kamal, pada awal Februari 2025.
Fenomena artis yang tak lagi merayakan Natal karena mualaf menunjukkan bahwa keyakinan adalah pilihan personal yang lahir dari proses panjang. Di balik sorotan kamera dan popularitas, ada pencarian makna hidup yang membawa mereka pada jalan spiritual baru.
Editor : Dyah Wulandari