Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rosé Grammy Jadi Perdebatan Global, Benarkah Rosé BLACKPINK Solois Korea Pertama Masuk Nominasi Grammy Kategori Utama?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:40 WIB

Rosé Grammy jadi perdebatan global setelah anggota BLACKPINK masuk tiga nominasi kategori utama Grammy Awards 2026.(Pinterest)
Rosé Grammy jadi perdebatan global setelah anggota BLACKPINK masuk tiga nominasi kategori utama Grammy Awards 2026.(Pinterest)

Trenggalek Jenggelek – Rosé Grammy menjadi perbincangan panas di dunia musik internasional setelah anggota BLACKPINK tersebut dikabarkan menerima tiga nominasi dalam kategori utama ajang penghargaan musik paling bergengsi di dunia.

Pencapaian Rosé Grammy ini langsung memicu perdebatan global mengenai statusnya sebagai solois Korea pertama yang meraih nominasi bergengsi tersebut.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman nominasi, topik Rosé Grammy langsung mendominasi berbagai platform media sosial seperti X dan TikTok. Tagar terkait Rosé, nominasi Grammy, serta nama soprano legendaris Korea Selatan Sumi Jo menjadi trending global dan memicu diskusi luas di kalangan penggemar musik.

Sebagian penggemar menyebut pencapaian Rosé sebagai tonggak sejarah baru bagi K-pop. Namun sebagian lainnya mempertanyakan klaim bahwa Rosé merupakan solois Korea pertama yang berhasil menembus nominasi Grammy kategori utama.

Rosé mendapatkan tiga nominasi melalui kolaborasinya dengan penyanyi internasional Bruno Mars dalam lagu berjudul "AP". Lagu tersebut disebut-sebut sukses menjembatani gaya musik pop Barat dengan karakter vokal khas K-pop.

Para pengamat musik menilai kolaborasi tersebut sebagai salah satu langkah paling berani dalam karier solo Rosé. Suara lembut Rosé dipadukan dengan aransemen khas Bruno Mars dinilai berhasil menciptakan identitas musikal baru yang diterima secara global.

Perdebatan Soal Solois Korea Pertama

Perdebatan bermula ketika sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan klaim bahwa Rosé adalah solois Korea pertama yang masuk nominasi Grammy.

Nama soprano asal Korea Selatan, Sumi Jo, kembali menjadi sorotan karena pernah terlibat dalam proyek rekaman opera yang memenangkan Grammy Awards pada tahun 1993.

Beberapa pihak berpendapat bahwa Sumi Jo seharusnya dianggap sebagai artis Korea pertama yang meraih pengakuan Grammy. Pendapat tersebut kemudian memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar musik klasik dan K-pop.

Namun berdasarkan data dari Recording Academy, penghargaan yang melibatkan Sumi Jo diberikan dalam kategori Best Opera Recording sebagai bagian dari produksi ansambel. Penghargaan tersebut diberikan kepada tim produksi termasuk konduktor, orkestra, dan para penyanyi yang terlibat, bukan kepada individu sebagai solois pop.

Fakta tersebut membuat banyak media internasional tetap menyebut Rosé sebagai solois K-pop pertama yang masuk nominasi Grammy kategori utama.

Tiga Nominasi Bergengsi

Rosé dikabarkan masuk dalam tiga kategori utama Grammy Awards 2026, yakni Song of the Year, Record of the Year, dan Best Pop Duo/Group Performance.

Bagi artis Korea, terutama solois perempuan, pencapaian tersebut dianggap sebagai momen bersejarah. Selama lebih dari enam dekade penyelenggaraan Grammy Awards, belum pernah ada solois K-pop yang berhasil menembus kategori utama tersebut.

Para penggemar BLACKPINK pun merayakan pencapaian tersebut sebagai kemenangan besar bagi industri K-pop secara keseluruhan.

Tagar dukungan seperti "Proud of Rosé" dan "Grammy Queen" ramai digunakan di media sosial. Banyak penggemar menilai keberhasilan Rosé merupakan simbol pengakuan global terhadap artis Asia di industri musik Barat.

Status Solois Masih Diperdebatkan

Selain soal sejarah Grammy, perdebatan lain muncul terkait status Rosé sebagai solois karena lagu "AP" merupakan kolaborasi dengan Bruno Mars.

Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan apakah nominasi tersebut masih dapat dikategorikan sebagai pencapaian solois.

Namun penggemar Rosé berpendapat bahwa status solois tidak berubah meskipun seorang artis berkolaborasi dengan musisi lain. Mereka menegaskan bahwa Rosé tetap merupakan artis solo dengan proyek musik independen di luar aktivitas grup BLACKPINK.

Sejumlah media internasional juga tetap mengakui pencapaian Rosé sebagai prestasi individu.

Perdebatan yang terjadi akhirnya berkembang menjadi diskusi lebih luas tentang definisi kesuksesan artis Korea di panggung global.

Sumi Jo dianggap membuka jalan bagi musisi Korea melalui musik klasik, sementara Rosé dinilai berhasil menembus pasar pop modern dunia.

Di tengah berbagai perdebatan tersebut, satu hal yang tidak terbantahkan adalah nama Rosé kini telah tercatat dalam sejarah industri musik internasional sebagai salah satu artis K-pop paling berpengaruh.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#Grammy #kpop #rose blackpink #nominal