Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ancaman Boikot K-Pop di Indonesia Makin Serius, Konser BTS hingga Blackpink Terancam Batal Imbas Konflik Netizen Korea ASEAN

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 22 Februari 2026 | 19:00 WIB

Ancaman boikot K-Pop di Indonesia bikin konser BTS hingga Blackpink terancam batal. Industri hiburan Korea di ujung tanduk?
Ancaman boikot K-Pop di Indonesia bikin konser BTS hingga Blackpink terancam batal. Industri hiburan Korea di ujung tanduk?

TRENGGALEK NJENGGELEK - Ancaman boikot K-Pop di Indonesia mulai menunjukkan dampak nyata.

Konflik panas antara netizen Korea (Knetz) dan warganet Asia Tenggara memicu gelombang protes yang berujung pada seruan boikot terhadap produk hiburan asal Korea Selatan, termasuk konser idol K-Pop dan drama Korea (drakor).

Isu ini mencuat setelah sebagian netizen Korea dianggap merendahkan negara-negara Asia Tenggara.

Respons keras pun datang dari warganet Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu fanbase terbesar K-Pop di kawasan Asia. Ancaman boikot K-Pop di Indonesia kini tak lagi sekadar wacana di media sosial.

Padahal, Korea Selatan selama ini dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi dan industri hiburan yang sangat kuat.

Gelombang budaya populer atau Korean Wave (Hallyu) sukses menembus pasar global lewat musik K-Pop dan drakor yang digemari jutaan orang, termasuk di Indonesia.

Konser BTS Disebut Terancam Batal

Salah satu dampak paling nyata dari ancaman boikot K-Pop di Indonesia adalah isu batalnya konser BTS yang direncanakan digelar di Jakarta akhir tahun ini.

Meski belum ada pengumuman resmi dari promotor, situasi yang berkembang membuat banyak pihak mempertimbangkan ulang kelanjutan acara tersebut.

Jika benar terjadi, pembatalan ini tentu menjadi pukulan besar. Indonesia selama ini menjadi pasar strategis bagi idol K-Pop. Tiket konser grup papan atas hampir selalu ludes dalam hitungan menit.

Tak hanya BTS, sejumlah konser lain juga disebut berpotensi terdampak. Di antaranya jadwal manggung dari NCT Wish, CNBLUE, MONSTA X, hingga TREASURE.

Jika situasi terus memanas, total ada sekitar tujuh konser artis K-Pop yang terancam batal di Indonesia tahun ini.

Kerugian finansial tentu tak kecil. Selain tiket, ada sektor sponsor, merchandise, hingga pariwisata yang ikut terdampak.

Blackpink dan Lisa Ikut Terseret

Dampak ancaman boikot K-Pop di Indonesia juga berpotensi dirasakan oleh girl group papan atas seperti BLACKPINK.

Grup ini sebelumnya mencetak rekor sebagai salah satu girl group paling banyak didengarkan di Spotify dan memiliki basis penggemar besar di Indonesia.

Menariknya, salah satu member BLACKPINK, Lisa, sempat berada di Indonesia untuk menjalani proyek film saat konflik mencuat.

Selama berada di Tanah Air, Lisa tetap mendapat sambutan positif dan tidak menjadi sasaran boikot langsung.

Namun secara umum, jika sentimen negatif terus berkembang, idol K-Pop berisiko kehilangan fanbase loyal di Asia Tenggara.

Padahal, kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi penyumbang besar popularitas global mereka.

Industri Hiburan Korea Bisa Kehilangan Pasar Strategis

Korea Selatan bukan hanya mengandalkan ekspor elektronik dan teknologi. Industri hiburan menjadi salah satu mesin ekonomi penting.

K-Pop dan drakor terbukti efektif membangun citra global sekaligus mendongkrak devisa negara.

Jika ancaman boikot K-Pop di Indonesia benar-benar terealisasi, efeknya bisa meluas. Bukan hanya konser, tetapi juga penjualan album, streaming musik, hingga penayangan drama Korea di platform digital.

Indonesia sendiri memiliki alternatif hiburan lain. Untuk film, penonton bisa beralih ke produksi Thailand, Jepang, China, hingga Taiwan.

Musik Jepang dan India juga punya sejarah panjang di pasar Asia, termasuk lewat gelombang film Bollywood yang sempat mendunia.

Tak kalah penting, industri musik dan film Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar.

Banyak musisi Tanah Air yang sukses menembus pasar internasional. Film Indonesia pun terus berkembang, meski pengembangan format serial masih belum semasif drakor Korea.

Ujian Besar bagi Hubungan Budaya

Konflik antara netizen Korea dan Asia Tenggara menjadi ujian serius bagi hubungan budaya yang selama ini terjalin erat.

Korean Wave yang dibangun bertahun-tahun bisa terganggu hanya karena gesekan di ruang digital.

Ancaman boikot K-Pop di Indonesia menunjukkan bahwa loyalitas penggemar juga memiliki batas.

Ketika harga diri dan sentimen nasional tersentuh, respons kolektif bisa muncul dengan cepat.

Kini, semua pihak menunggu langkah lanjutan dari promotor konser maupun agensi artis. Apakah situasi akan mereda atau justru makin meluas, waktu yang akan menjawab.

Yang jelas, jika pasar sebesar Indonesia benar-benar menjauh, industri hiburan Korea akan menghadapi tantangan besar yang tak bisa dianggap remeh.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#konflik netizen Korea ASEAN #Blackpink Indonesia #Industri hiburan Korea #Ancaman boikot K Pop di Indonesia #Konser BTS Jakarta