TRENGGALEK NJENGGELEK - Lisa Blackpink syuting film Extraction 3 di kawasan Kota Tua Jakarta Barat dan langsung menyita perhatian publik.
Kehadiran idol K-Pop sekaligus aktris internasional tersebut membuat kawasan bersejarah itu ditutup sementara dan dijaga ketat demi kelancaran proses produksi film.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisa Blackpink syuting film Extraction 3 di sejumlah titik strategis Jakarta dan sekitarnya.
Untuk lokasi utama di Kota Tua, pengambilan gambar dipusatkan di sekitar Gedung Jasindo, Jalan Kunir, hingga Jalan Cengkeh. Penutupan dan rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai 1 hingga 7 Februari 2026.
Film Extraction 3 sendiri merupakan lanjutan dari franchise aksi populer yang sebelumnya dibintangi oleh Chris Hemsworth.
Pada proyek terbaru ini, nama Lisa Blackpink ikut terlibat sebagai salah satu pemeran, menandai langkah besar sang idol di industri perfilman global.
Lokasi Syuting Ditutup dan Disterilkan
Pantauan di lapangan menunjukkan area Jalan Cengkeh, Kota Tua, ditutup menggunakan tenda atau tirai biru yang membentang sepanjang titik pengambilan gambar.
Kru produksi mensterilkan kawasan tersebut untuk mencegah kerumunan, terutama dari para penggemar Lisa.
Jurnalis di lokasi melaporkan bahwa awak media pun diminta menjaga jarak. Petugas keamanan berjaga ketat dan tidak memperbolehkan pengambilan gambar dari jarak dekat.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan adegan sekaligus mencegah kebocoran atau spoiler film.
Suasana di sekitar lokasi terlihat relatif sepi. Tidak tampak kerumunan fans seperti yang biasanya terjadi ketika idol papan atas datang ke Indonesia. Semua akses menuju titik syuting dibatasi agar proses produksi berjalan lancar.
Selain Kota Tua, izin yang diterima Polda Metro Jaya menyebutkan beberapa lokasi lain yang menjadi tempat syuting, di antaranya Castil Batavia, Muara Baru, Cikini Hospital Bekasi, hingga Kota Depok.
Proses pengambilan gambar dibagi menjadi dua tahap, yakni 28 sampai 29 Januari dan dilanjutkan awal Februari.
Antusiasme Warga dan Dampak Pariwisata
Kedatangan Lisa, anggota girl group global Blackpink, mendapat respons positif dari warga.
Banyak yang menilai syuting film internasional di Jakarta bisa berdampak baik terhadap promosi pariwisata.
Sejumlah warga mengaku bangga karena artis kelas dunia memilih Jakarta sebagai lokasi produksi film.
Mereka berharap eksposur internasional dari film tersebut dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
“Pastinya bagus ya, karena dia artis internasional. Bisa bantu mengekspos Jakarta lebih luas lagi,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi.
Kawasan Kota Tua yang dikenal dengan bangunan kolonial dan nilai sejarahnya dinilai memiliki daya tarik visual kuat untuk kebutuhan film aksi berskala global.
Jika tayangan tersebut menampilkan lanskap Jakarta secara ikonik, bukan tidak mungkin akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Pengamanan Ketat Demi Kelancaran Produksi
Pengamanan selama Lisa Blackpink syuting film Extraction 3 dilakukan secara berlapis.
Area yang menjadi titik syuting benar-benar disterilkan dari masyarakat umum. Bahkan tim media sempat diminta menjauh saat mencoba mengambil gambar terlalu dekat.
Langkah ini dinilai wajar mengingat proyek Extraction 3 merupakan produksi internasional dengan standar keamanan tinggi.
Selain itu, keterlibatan bintang global seperti Lisa tentu meningkatkan risiko kerumunan massa.
Manajemen produksi berupaya memastikan tidak ada gangguan yang dapat menghambat jadwal syuting.
Penutupan jalan dan pengaturan lalu lintas pun sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian setempat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait peran yang dimainkan Lisa dalam Extraction 3.
Namun keterlibatannya sudah cukup membuat heboh para penggemar di Indonesia maupun internasional.
Kehadiran Lisa di Jakarta bukan hanya menjadi momen spesial bagi fans, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai lokasi produksi film internasional.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Jakarta dan kota-kota lain di Tanah Air akan semakin sering tampil di layar lebar dunia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan