Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Lisa Blackpink Minta Maaf ke Indonesia dan TMJ Murka ? Kronologi Konflik Netizen Korea vs ASEAN yang Ternyata Hoaks

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 22 Februari 2026 | 20:50 WIB

Viral Lisa Blackpink minta maaf ke Indonesia dan TMJ murka. Benarkah konflik netizen Korea vs ASEAN? Ini fakta sebenarnya.
Viral Lisa Blackpink minta maaf ke Indonesia dan TMJ murka. Benarkah konflik netizen Korea vs ASEAN? Ini fakta sebenarnya.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Isu Lisa Blackpink minta maaf ke Indonesia mendadak viral di media sosial setelah beredar narasi tentang konflik panas antara netizen Korea Selatan dan Asia Tenggara.

Dalam video yang beredar luas, disebutkan bahwa Lisa menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada penggemar ASEAN, khususnya Indonesia, akibat komentar rasis yang menyerang identitas regional.

Bahkan, nama TMJ atau Tunku Ismail Sultan Ibrahim turut disebut mengecam keras penghinaan terhadap negara-negara ASEAN.

Narasi tersebut memicu emosi publik. Banyak warganet mengaku tersentuh sekaligus geram.

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, klaim bahwa Lisa Blackpink minta maaf ke Indonesia dan TMJ mengeluarkan pernyataan resmi ternyata tidak benar alias hoaks.

Isu ini bermula dari cerita tentang konser K-pop di Kuala Lumpur, Malaysia, yang diklaim memicu konflik digital lintas negara.

Dalam narasi tersebut, disebutkan ada pelanggaran aturan oleh penggemar, lalu berkembang menjadi perang komentar bernada rasis terhadap masyarakat Asia Tenggara.

Kronologi Konflik yang Viral

Dalam video yang beredar, diceritakan bahwa sebagian netizen Korea melontarkan komentar yang merendahkan fisik, warna kulit, hingga kondisi ekonomi negara-negara ASEAN.

Bahkan disebut ada konten yang menyeret isu agama, terutama Islam, sehingga memicu kemarahan publik Indonesia.

Nama Lisa disebut tampil dalam wawancara emosional. Ia diklaim mengatakan, “Saya membaca semuanya dan saya menangis,” serta menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar Indonesia.

Narasi itu menggambarkan Lisa sebagai figur yang terpukul dan khawatir hubungan emosional antara artis Korea dan fans Asia Tenggara rusak.

Tak hanya itu, Putra Mahkota Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim atau TMJ juga disebut mengecam keras penghinaan terhadap Malaysia dan Indonesia.

Dalam cerita tersebut, ia menegaskan bahwa menghina satu negara ASEAN berarti menghina seluruh kawasan.

Kombinasi nama besar, isu rasisme, dan sentimen regional membuat kabar ini cepat menyebar. Tagar solidaritas bahkan diklaim sempat trending.

Fakta, Tidak Ada Pernyataan Resmi

Namun setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan wawancara resmi, siaran pers, maupun pernyataan terverifikasi dari Lisa maupun TMJ terkait konflik tersebut.

Tidak ada rekaman konferensi pers, unggahan media sosial resmi, ataupun pemberitaan dari media kredibel Korea Selatan, Malaysia, maupun Indonesia yang menguatkan klaim tersebut.

Narasi dalam video tersebut ternyata merupakan karangan fiktif yang dikemas dramatis seolah-olah nyata.

Di bagian akhir video bahkan diakui bahwa cerita tersebut adalah hoaks yang dibuat sebagai bentuk edukasi agar publik lebih jeli dalam menyaring informasi.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana nama besar seperti Lisa Blackpink mudah dimanfaatkan untuk mendongkrak atensi dan klik. Apalagi Indonesia memang dikenal sebagai salah satu pasar terbesar K-pop di dunia.

Indonesia dan Gelombang Hallyu

Indonesia selama ini menjadi episentrum demam Hallyu di Asia Tenggara. Konser grup seperti BTS dan Blackpink kerap sold out dalam hitungan menit.

Merchandise laris, streaming melonjak, hingga fan meeting dipadati ribuan penggemar.

Karena itu, isu yang menyentuh harga diri nasional atau identitas keagamaan sangat sensitif.

Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga jika ada narasi yang menyeret unsur agama, respons publik bisa sangat kuat.

Dalam video tersebut bahkan disebut nama Presiden RI dan tokoh internasional seperti Antonio Guterres seolah-olah ikut menyinggung isu konflik digital berbasis ras dan agama.

Namun lagi-lagi, tidak ada bukti valid yang mendukung klaim tersebut dalam konteks konflik yang dimaksud.

Waspada Hoaks Berkedok Solidaritas

Kasus viral Lisa Blackpink minta maaf ke Indonesia ini menjadi pelajaran penting tentang literasi digital.

Narasi emosional, kutipan menyentuh, hingga klaim kecaman tokoh berpengaruh bisa dengan mudah memancing reaksi tanpa diverifikasi terlebih dahulu.

Di era media sosial, konflik kecil dapat dibesar-besarkan menjadi isu internasional hanya lewat potongan narasi yang dramatis. Apalagi jika melibatkan figur global dan sentimen identitas regional.

Publik diimbau untuk selalu mengecek sumber informasi, memastikan ada konfirmasi dari akun resmi atau media kredibel, serta tidak langsung membagikan konten yang belum terverifikasi.

Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa Lisa benar-benar menyampaikan permintaan maaf khusus kepada Indonesia terkait konflik netizen Korea dan ASEAN.

Tidak ada pula pernyataan resmi TMJ yang mengecam isu tersebut dalam konteks yang viral.

Isu ini murni hoaks yang dikemas seolah nyata. Justru dari sini, masyarakat bisa belajar bahwa tidak semua konten viral layak dipercaya. Verifikasi tetap menjadi kunci di tengah derasnya arus informasi digital.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#konflik netizen Korea ASEAN #Hoaks K pop 2026 #Fans Indonesia Blackpink #Lisa Blackpink minta maaf #TMJ Johor Malaysia