JAKARTA-Konten viral sebut sahur mengganggu yang diunggah influencer Kat Rizki memantik gelombang kritik dari warganet. Video singkat yang diunggah di TikTok itu menuai sorotan tajam karena dianggap meremehkan salah satu sunnah dalam ibadah puasa Ramadan.
Dalam video tersebut, Kat Rizki mengungkapkan pandangannya tentang sahur yang dinilai mengganggu jam tidurnya.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras, terutama dari umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Tak butuh waktu lama, potongan video itu menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Fenomena viral sebut sahur mengganggu ini bahkan membuat nama Kat Rizki menjadi perbincangan hangat.
Banyak warganet menyayangkan pernyataan tersebut karena sahur merupakan sunnah yang dianjurkan sebelum waktu subuh saat Ramadan.
Konten TikTok Tuai Kecaman
Kat Rizki, selebgram dan TikToker asal Aceh yang memiliki lebih dari 150 ribu pengikut, awalnya mengunggah video bersama sang suami di akun TikTok miliknya.
Dalam video tersebut, ia mengeluhkan bahwa bangun sahur membuat pola tidurnya berubah dan terasa mengganggu.
Pernyataan itu dianggap tidak sensitif terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Seperti diketahui, sahur bukan sekadar makan sebelum subuh, tetapi juga bagian dari sunnah yang memiliki nilai ibadah.
Tak sedikit warganet yang kemudian menyerbu kolom komentar. Kritik hingga kecaman mengalir deras.
Baca Juga: Ancaman Boikot K-Pop di Indonesia Makin Serius, Konser BTS hingga Blackpink Terancam Batal Imbas Konflik Netizen Korea ASEANBaca Juga: Ancaman Boikot K-Pop di Indonesia Makin Serius, Konser BTS hingga Blackpink Terancam Batal Imbas Konflik Netizen Korea ASEAN
Bahkan, video tersebut diunggah ulang oleh akun-akun lain dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform.
Beberapa komentar menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan empati terhadap nilai dan prinsip keyakinan umat Islam.
Terlebih, momentum Ramadan menjadi waktu yang sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Video Dihapus, Kat Rizki Minta Maaf
Setelah menuai kontroversi dan semakin viral, Kat Rizki akhirnya mengambil langkah dengan menghapus konten tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Dalam klarifikasinya, Kat Rizki mengakui bahwa unggahan tersebut merupakan kekhilafan.
Ia menyadari ucapannya menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan bagi banyak pihak. tidak ada niat untuk meremehkan atau menyinggung ajaran agama.
Namun ia mengakui bahwa sebagai figur publik, seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terutama terkait isu sensitif seperti ibadah di bulan Ramadan.
Permintaan maaf itu pun kembali menjadi sorotan. Sebagian warganet menerima klarifikasi tersebut, sementara lainnya tetap memberikan kritik agar kejadian serupa tidak terulang.
Pelajaran bagi Influencer di Media Sosial
Kasus viral sebut sahur mengganggu ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten dan influencer.
Di era digital, setiap pernyataan yang diunggah ke media sosial berpotensi menyebar dengan cepat dan menimbulkan reaksi luas.
Terlebih di bulan Ramadan, isu seputar ibadah puasa, sahur, dan nilai-nilai keagamaan menjadi hal yang sensitif. ]
Publik figur dituntut lebih bijak dalam membuat konten agar tidak menyinggung perasaan banyak orang.
Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan betapa cepatnya arus informasi di media sosial. Dalam hitungan jam, sebuah video bisa menjadi viral dan memicu perdebatan nasional.
Banyak pihak menilai kejadian ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Media sosial bukan hanya ruang berekspresi, tetapi juga ruang publik yang diakses oleh berbagai latar belakang masyarakat.
Ramadan sendiri identik dengan peningkatan aktivitas digital, termasuk konten seputar sahur dan buka puasa. Oleh karena itu, sensitivitas terhadap isu keagamaan menjadi hal krusial.
Kasus yang menimpa Kat Rizki ini pun menjadi bukti bahwa satu pernyataan sederhana bisa berbuntut panjang ketika dipersepsikan negatif oleh publik. Meski telah meminta maaf dan menghapus video, jejak digital tetap sulit dihilangkan sepenuhnya.
Ke depan, warganet berharap para influencer lebih berhati-hati dalam membuat konten, terutama yang berkaitan dengan ibadah dan keyakinan. Ramadan seharusnya menjadi momen untuk saling menghormati dan menjaga ucapan.
Kontroversi ini pun perlahan mereda setelah klarifikasi disampaikan. Namun, perbincangan tentang etika bermedia sosial dan tanggung jawab figur publik masih terus bergulir.(*)
Editor : Adinda Putri Sefiana