Trenggaleknjenggelek - Tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap kekasih dan anak korban buka suara soal alasan aksi kejinya tersebut.
Dirinya mengaku melakukan pembunuhan berencana tersebut lantaran terbakar api cemburu.
"Alasannya seperti yang disampaikan oleh Kasatreskrim," jelas tersangka, SE, 40 yang merupakan warga Kecamatan Durenan.
Saat ditanya bagaimana perasaannya saat ini, dirinya mengaku menyesal. "Menyesal," jawabannya singkat.
Dirinya juga menyampaikan pesan bagi anak korban yang masih selamat beserta keluarganya. "Semoga mentalnya kuat," ucapnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro mengungkapkan bahwa sebelumnya tersangka sempat menyandra anak korban.
Tersangka diketahui menjemput anak korban yang saat itu berada di sekolah yang ada di Kecamatan Tugu.
"Anak di bawa ke kamar hotel dan menelpon korban, namun korban tidak mau datang. Lalu pelaku memfoto anak korban dan di kirim ke korban. Setelah melihat foto anaknya, korban menemui pelaku," beber AKP Eko.
Sekitar pukul 09.00 korban akhirnya tiba di kamar hotel tersebut dan terjadi pertengkaran dengan tersangka.
Korban saat itu dituding masih menjalin komunikasi dengan mantan suaminya oleh tersangka.
"Namun, saat tersangka bertanya, korban tidak mau mengaku sehingga tersangka memukul anak korban dengan palu," ucapnya.
Setelah memukul anak korban, tersangka akhirnya memukul korban hingga meninggal di lokasi kejadian.
"Dari kejadian 10.00, tersangka melapor ke polres (menyerahkan diri, Red) pada pukul 12.15," ujarnya.
AKP Eko menyampaikan bahwa tersangka sempat memukul anak korban sebanyak delapan kali di bagian kepala dan empat kali di bagian dada.
Beruntungnya, nyawa anak korban masih bisa diselamatkan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri