Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Walid, Sosok Pemimpin Karismatik dan Kontroversial dalam Drama Bidaah

Zaki Jazai • Kamis, 24 April 2025 | 13:00 WIB

Sosok walid pemimpin yang kontroversial
Sosok walid pemimpin yang kontroversial

Trenggaleknjenggelek – Drama Malaysia Bidaah, atau Broken Heaven, yang tayang peMerdekardana di Viu pada 6 Maret 2025, sukses memikat perhatian berkat tokoh sentralnya, Walid Muhammad. Sosok pemimpin sekte ini digambarkan dengan kekarismatikan yang memesona sekaligus kontroversi yang mengundang perdebatan luas di kalangan penonton.

Disutradarai oleh Ellie Suriaty, drama 15 episode ini menghadirkan narasi berani tentang penyimpangan agama, dengan Faizal Hussein yang menampilkan karakter Walid dengan intensitas luar biasa. Didukung Riena Diana dan Fattah Amin, drama ini tayang setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu, dan menjadi salah satu tontonan paling viral di Malaysia saat ini.

Baca Juga: Memaknai Sosok Ayah, Antara Abi dan Walid dalam Perspektif Al Quran

Walid Muhammad, pemimpin kelompok Jihad Ummah, memikat pengikutnya dengan wibawa dan kata-kata yang membius. Namun di balik karismanya, tersimpan manipulasi licik untuk mengendalikan keimanan orang lain demi kepentingan pribadi. Salah satu adegannya, saat memerintahkan pengikut untuk "menutup mata dan membayangkan wajahnya", langsung menjadi sensasi di TikTok, memicu meme, parodi, hingga diskusi serius tentang bahaya kekuasaan yang membungkus diri dalam balutan agama.

Cerita Bidaah berpusat pada Baiduri (Riena Diana), seorang gadis muda yang tanpa pilihan harus mengikuti ibunya, Kalsum, bergabung dengan Jihad Ummah. Seiring waktu, Baiduri mulai mencium kejanggalan ajaran Walid, terutama setelah menyaksikan praktik-praktik menyimpang di dalam kelompok tersebut.

Baca Juga: Sosok Walid dalam Film Bidaah Juga Ada di Indonesia, Kisah Imam Mahdi Palsu dan Korbannya 

Konflik semakin dalam dengan kehadiran Hambali (Fattah Amin), putra Walid yang baru kembali dari Yaman. Hambali, dengan pemahaman agama yang lurus, terkejut melihat bagaimana ayahnya memelintir nilai-nilai agama demi kekuasaan. Perseteruan antara Hambali dan Walid pun menjadi salah satu puncak ketegangan drama ini.

Sebagai pemimpin, Walid mengandalkan kharisma untuk menutupi penyimpangan ajarannya. Ia memaksakan pernikahan di antara anggota, menuntut kepatuhan mutlak, dan mengandalkan pengikut fanatik untuk mempertahankan kekuasaannya. Retorikanya yang kuat membuat pengikutnya sulit membedakan antara kebenaran dan tipu daya.

Baca Juga: Ketika “Walid Nak Dewi Boleh?” Mendadak Viral: Ustadz Abdul Somad Angkat Bicara soal Etika dan Kejahatan Seksual

Karakter Walid yang rumit — karismatik sekaligus manipulatif — menjadikan Bidaah lebih dari sekadar drama biasa. Ia menjadi lambang betapa berbahayanya kekuasaan yang menyamar dalam wujud kesalehan. Popularitasnya di media sosial membuktikan betapa dalam pengaruh Walid di dunia fiksi, sekaligus mencerminkan fenomena nyata di kehidupan modern.

Dengan akting memukau dari Faizal Hussein, Bidaah menghadirkan Walid sebagai tokoh yang dicintai sekaligus dibenci. Sebuah karakter yang memaksa penonton untuk bertanya: di tangan siapa seharusnya keimanan kita bersandar?.(jaz)

JENIS ROCK MELON MERLIN: Pembeli memilih melon yang baru dipetik dari kebun Slamet Subari di Desa Keleyan, Kecmatan Socah, Bangkalan, Jumat (11/4). (IMAMUDIN/JPRM)
JENIS ROCK MELON MERLIN: Pembeli memilih melon yang baru dipetik dari kebun Slamet Subari di Desa Keleyan, Kecmatan Socah, Bangkalan, Jumat (11/4). (IMAMUDIN/JPRM)
BMW 318i E30
BMW 318i E30
Toyota Corolla DX
Toyota Corolla DX
Toyota Starlet
Toyota Starlet
Honda Civic Wonder
Honda Civic Wonder
Daihatsu Charade
Daihatsu Charade
Honda Accord Prestige
Honda Accord Prestige
Editor : Zaki Jazai
#Bidaah #Karismatik #kontroversial #WALID