Trenggaleknjenggelek - Rencana pembentukan Satuan Polisi Perairan (Satpolair) di Kabupaten Trenggalek hingga kini masih menunggu kepastian.
Meski keberadaannya dinilai strategis dan mendesak, proses pembentukan satuan pengamanan laut tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat Mabes Polri.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengungkapkan saat ini ada tiga Polres di wilayah selatan Jawa Timur yang mengajukan pembentukan Satpolair baru, yakni Polres Blitar, Polres Pacitan, dan Polres Trenggalek.
Namun, hanya satu Polres yang akan diprioritaskan untuk pembangunan tahap awal.
“Prosesnya masih berjalan di Mabes Polri. Dalam tahun ini insyaallah akan ada keputusan daerah mana yang lebih dulu dibangun Satpolairud-nya. Harapan kami tentu saja Trenggalek yang dipilih,” ujar AKBP Ridwan Maliki.
Ia menegaskan, kebutuhan Satpolair di Trenggalek bukan sekadar formalitas, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Trenggalek memiliki kawasan pesisir aktif dengan kegiatan ekonomi perikanan yang padat, serta tiga wilayah laut utama yang perlu dipastikan keamanannya, yakni Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Panggul.
“Trenggalek punya Pelabuhan Nusantara di Prigi, Watulimo, yang tiap hari jadi tempat bersandar ratusan kapal nelayan,” jelasnya.
Selain itu, sepanjang garis pantai Trenggalek juga dihuni oleh komunitas nelayan tradisional yang mengandalkan laut sebagai sumber utama penghidupan mereka.
Menurut Kapolres, kehadiran Satpolair di Trenggalek tidak hanya berfungsi untuk patroli laut, tetapi juga sebagai bentuk penguatan kedaulatan negara di wilayah perairan.
Selama ini, pengamanan laut Trenggalek masih bergantung pada bantuan personel Direktorat Polairud Polda Jatim yang ditempatkan di Pospol Airud Watulimo.
Melihat luasnya wilayah laut dan adanya dua pulau terluar di kawasan ini, keberadaan Satpolairud dianggap sangat vital.
Kapolres Ridwan Maliki menambahkan, lahan hibah untuk pembangunan Markas Komando (Mako) Satpolairud sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Saat ini bahkan telah ada bangunan sementara yang dapat digunakan, tinggal menunggu keputusan resmi dari Mabes Polri untuk pembangunan penuh.
“Kalau keputusannya turun, baru nanti kita bangun gedung yang lebih representatif. Aset lahan sudah aman, tinggal fisiknya saja. Kami mohon dukungan masyarakat agar Trenggalek bisa dipilih,” imbuhnya.
Sebagai informasi, studi kelayakan pembentukan Satpolairud di Trenggalek telah dilakukan oleh Tim Srena Mabes Polri pada 25 September 2024 lalu.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penilaian yang sebelumnya dilakukan oleh Tim Rorena Polda Jatim pada Maret 2024.
Dalam peninjauan tersebut, tim Mabes Polri mengecek langsung kondisi Pospol Airud BKO Polres Trenggalek dan lahan calon Mako untuk memastikan urgensi dan kelayakan pembentukan Satpolairud di wilayah ini.
“Semoga tahun 2025 ini semua bisa clear dan tahun berikutnya pembangunan bisa mulai dilakukan,” pungkas AKBP Ridwan Maliki. (kho)