Trenggaleknjenggelek – Kepolisian terus mendorong kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda, termasuk para santri pondok pesantren. Salah satu langkah nyata dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek melalui kegiatan Coaching Clinic Road Safety.
Kegiatan yang digelar di halaman pondok pesantren ini tak sekadar sosialisasi biasa. Di bawah arahan langsung personel Satlantas Polres Trenggalek, para santri mengikuti simulasi uji praktek berkendara yang dirancang menyerupai prosedur pengambilan Surat Izin Mengemudi (SIM) roda dua.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan keselamatan berkendara di kalangan santri.
“Kita siapkan simulasi seperti uji praktek SIM yang sesungguhnya. Kita peruntukkan bagi santri yang memang dari segi usia sudah memenuhi syarat,” terangnya.
Menurutnya, berkendara di jalan umum tanpa SIM bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko bagi keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, Satlantas Polres Trenggalek menjadikan lingkungan pondok pesantren sebagai salah satu sasaran utama edukasi.
“Sering kali santri yang pulang ke rumah atau menjalankan tugas di luar pondok menggunakan sepeda motor. Maka mereka juga harus memahami bahwa memiliki SIM adalah keharusan, bukan pilihan,” tambahnya.
Tak hanya praktik berkendara, para peserta juga dibekali pengetahuan teknis seperti penggunaan helm yang benar, cara memarkir kendaraan secara aman, serta etika berlalu lintas. Para petugas menyampaikan materi dengan metode interaktif, diselingi kuis berhadiah jas hujan dan helm SNI bagi santri yang mampu menjawab pertanyaan seputar rambu dan peraturan lalu lintas.
Antusiasme santri terlihat sejak awal acara. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini dengan semangat tinggi. Beberapa di antaranya bahkan rela mengantre lebih lama demi bisa menjajal arena praktek uji SIM. Tidak sedikit yang mengaku baru kali ini mengetahui standar penilaian uji praktek resmi.
“Alhamdulillah, antusiasme para santri sangat bagus. Kemudian respon positif juga disampaikan oleh para pengasuh dan berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” pungkas AKP Agus.
Melalui kegiatan ini, Polres Trenggalek berharap para santri bukan hanya menjadi pribadi yang taat dalam urusan ibadah dan moral, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Sebab, menjadi pengguna jalan yang baik adalah bagian dari etika sosial yang perlu terus ditanamkan sejak dini.(jaz)
Editor : Zaki Jazai