Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tak Miliki Lahan Dapur Umum untuk Program MBG, Pemkab Trenggalek Bakal Manfaatkan Gedung Sekolah

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 11 Juni 2025 | 23:00 WIB
Uji coba MBG yang dilakukan di SMP yang ada di Kecamatan Suruh (25/2/2025).
Uji coba MBG yang dilakukan di SMP yang ada di Kecamatan Suruh (25/2/2025).

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mengembangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan langkah inovatif.

Kini, sebagian gedung sekolah direncanakan akan dialihfungsikan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG, terutama di wilayah yang tidak memiliki aset lahan pemerintah seperti Kecamatan Dongko dan Munjungan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh wilayah mendapat akses merata terhadap layanan MBG.

Pemanfaatan ruang kelas sebagai dapur umum dinilai sebagai solusi efektif bagi daerah yang kekurangan fasilitas lahan pemerintah.

“Untuk daerah yang tidak punya lahan, seperti di Dongko dan Munjungan, kami mempertimbangkan memakai aset sekolah. Nanti mungkin rombongan belajar akan dikurangi, lalu satu ruang kelas kita fungsikan jadi dapur MBG,” jelas Mas Ipin.

Program MBG Trenggalek telah melalui sejumlah tahap uji coba, termasuk di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Di lokasi tersebut terdapat dapur umum yang telah mengoperasikan dapur umum untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah.

Mas Ipin menekankan, pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan merupakan prioritas utama. Selain dapur yang dikelola langsung oleh pemerintah, Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan pihak luar.

“Kami diminta untuk menyiapkan dapur MBG lagi. Saat ini rencananya akan ada lima mitra yang siap bergabung,” ungkapnya.

Melalui kemitraan ini, Pemkab berharap dapat memperluas jangkauan program MBG hingga ke wilayah pinggiran yang terkendala fasilitas.

Lebih jauh, program ini tidak hanya menyasar sektor kesehatan, namun juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami pastikan pelaksanaan program ini dikawal ketat, baik dari sisi kandungan gizi maupun pelibatan warga sekitar,” tegas Mas Ipin.

Pemkab Trenggalek juga menggandeng UMKM dan pelaku usaha lokal untuk pengadaan bahan baku makanan bergizi, sehingga manfaat program ini turut dirasakan oleh masyarakat dari sisi ekonomi.

“Inovasi pemanfaatan ruang sekolah untuk dapur umum bisa menjadi solusi praktis di wilayah minim aset pemerintah,” pungkas Mas Ipin. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Mbg #gedung sekolah #SPPG #Pemkab Trenggalek