Trenggaleknjenggelek – Polres Trenggalek menerima keluhan masyarakat terkait maraknya penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Panggul. Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh warga dalam forum interaktif.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara warga dan aparat kepolisian untuk menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk permasalahan ketertiban lalu lintas di kalangan pelajar.
“Banyak warga yang mengeluhkan masih seringnya anak-anak sekolah yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor di jalan raya. Ini menjadi perhatian kami,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki.
Ia menegaskan, Polres Trenggalek tidak menutup mata atas persoalan tersebut. Pihaknya telah menginstruksikan jajaran, khususnya fungsi lalu lintas, untuk meningkatkan edukasi keselamatan berkendara di sekolah-sekolah.
“Keselamatan anak-anak ini penting. Kami akan gencarkan sosialisasi dan pembinaan ke sekolah, agar mereka memahami pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini,” lanjutnya.
Selain edukasi, Polres juga akan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas yang tersebar di 157 desa untuk mendeteksi dan menyelesaikan persoalan keamanan di tingkat bawah, termasuk perilaku pelajar yang melanggar aturan lalu lintas.
“Bhabinkamtibmas bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan kepolisian. Jika ada pelanggaran atau keluhan, sampaikan. Nanti akan dikoordinasikan agar patroli Polsek bisa menjangkau desa-desa yang rawan,” ujar AKBP Ridwan.
Ia menambahkan, paradigma Polri saat ini lebih terbuka terhadap masukan masyarakat. Kritik dan saran yang disampaikan dalam forum seperti Jumat Curhat akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan.
Terkait dengan potensi gangguan menjelang bulan Suro, Ridwan juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah, terutama dalam kegiatan yang melibatkan perguruan silat dan kelompok remaja.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat. Semangatnya adalah menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.(jaz)
Editor : Zaki Jazai