Trenggaleknjenggelek – Meski Operasi Patuh Semeru 2025 telah berjalan selama sepekan, pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Trenggalek masih marak ditemukan. Polisi mencatat ratusan pelanggaran dengan dominasi pengendara di bawah umur yang nekat turun ke jalan meski belum memiliki surat izin mengemudi.
Data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek menunjukkan, dalam tujuh hari pelaksanaan operasi, petugas telah menindak 778 pelanggaran melalui tilang dan memberikan 853 teguran tertulis. Dari jumlah itu, mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor, mencapai 741 kasus, disusul mobil penumpang 23 kasus dan mobil barang 14 kasus.
"Keseluruhan yang kita tindak tegas merupakan pelanggaran yang masuk dalam skala prioritas Operasi Patuh Semeru 2025," ujar Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto.
Yang paling memprihatinkan, 714 pelanggaran dilakukan oleh pengendara di bawah umur. Fenomena ini memperlihatkan bahwa praktik berkendara tanpa SIM di kalangan pelajar dan anak-anak masih kerap dianggap lumrah.
"Ini adalah PR kita bersama. Kami butuh keterlibatan orang tua, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Jangan lagi menormalkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor," tegasnya.
Selain pengendara di bawah umur, pelanggaran juga mencakup kelengkapan surat kendaraan (47 pelanggaran), tidak menggunakan helm (9), dan melawan arus (8).
Polisi mengklaim telah menggabungkan pendekatan preemtif, preventif, dan represif dalam operasi ini. Sosialisasi dan edukasi diberikan kepada kelompok rentan, sementara patroli serta penempatan personel dilakukan di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan.
Meski pelanggaran masih tinggi, AKP Sony menyebut ada penurunan signifikan dari sisi kecelakaan. Dibandingkan tahun lalu yang mencatat 8 kasus selama operasi serupa, tahun ini hanya tercatat satu kecelakaan lalu lintas.
Namun, capaian itu belum cukup. Ia menekankan bahwa kesadaran berlalu lintas bukan semata-mata soal takut ditilang, tapi soal keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
"Anak-anak ini masih punya masa depan yang panjang. Melindungi mereka dari risiko di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua," pungkasnya.(jaz)